Tuesday, 15 October 2019

Survei LSI Denny JA, Tiga Parpol Ini di Urutan Tiga Besar

Selasa, 8 Mei 2018 — 17:46 WIB
Peneliti LSI Denny JA,   (rihadin)

Peneliti LSI Denny JA, (rihadin)

JAKARTA  – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas parpol, di kantornya di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/5). Hasilnya, elektabilitas PDIP tetap yang teratas mengungguli partai politik yang ada di Indonesia.

Hasil survei itu didapat dari wawancara dengan 1.200 responden yang dilakukan sejak 28 April hingga 5 Mei 2018. Dengan melakukan wawancara tatap muka serentak di 34 provinsi, survei dilakukan dengan metode multistage random sampling.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan didapatkan hasil tiga parpol yang masih dalam posisi tertinggi. Ketiganya adalah PDIP, Golkar dan Gerindra, yang masih dalam pembicaraan masyarakat.

survei

“Hasilnya, elektabilitas ketiga partai itu adalah PDIP: 21,70 persen, Golkar: 15,30 persen dan Gerindra: 14,70 persen,” katanya, Selasa (8/5).

Dari hasil itu, kata Andrian, diprediksi hanya ada tiga partai yang dapat berebut menjadi juara di pemilu 2019. Ketiga partai ini juga yang mendapat perolehan suara melampaui perolehan suara pada pemilu 2014 lalu. “Isu yang selama ini mereka angkat juga yang membuat elektabilitas ketiga partai ini terus naik,” ujarnya.

Selain ketiga partai itu, kata Adrian, pada divisi menengah adalah kelompok parpol dengan perolehan suara di bawah 10 persen dan di atas batas Parliamentary Threshold 4 persen. Kedua partai itu adalah PKB dan Demokrat yang elektabilitasnya berada di urutan tengah.

“PKB sendiri mendapatkan angka PKB 6,20 persen dan Demokrat 5,80 persen. Mereka di bawah 10 persen tetapi dua partai ini sudah melewati Parliamentary Threshold,” ungkapnya.

Kemudian pada divisi bawah, ada lima parpol yang masuk di divisi ini, yakni PAN 2,50 persen, NasDem 2,30 persen, Perindo 2,30 persen, PKS 2,20 persen, dan PPP 1,80 persen.

Selanjutnya pada divisi bawah, atau yang mendapat perolehan nol koma adalah Hanura 0,70 persen, PBB 0,40 persen, Garuda 0,30 persen, PKPI 0,10 persen, PSI 0,10 persen, dan Partai Berkarya 0,10%. “Tanpa usaha yang sangat keras, keenam partai yang mendapatkan hasil nol koma ini akan hilang di legislatif 2019-2024,” pungkasnya. (Ifand/win)