Monday, 14 October 2019

Rusuh, Kawat Berduri Dipasang di Depan Mako Brimob

Rabu, 9 Mei 2018 — 0:29 WIB
Suasana di depan Markas Brimob Kelapa Dua Depok Rabu dinihari (angga)

Suasana di depan Markas Brimob Kelapa Dua Depok Rabu dinihari (angga)

DEPOK – Belum ada penjelasan resmi apakah kerusuhan di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, sudah berhasil dikuasai. Pasalnya semakin larut malam dan hingga Rabu (9/5/2018) dinihari penjagaan justru semakin diperketat.

Jika sebelumnya janya menempatkan personil bersenjata taktis kini polisi memasang kawat berduri di depan markas pasukan elit Polri itu. Tampak mobil barier untuk memasang kawat berduri diturunkan.

Sementara puluhan polisi berseragam dengan senjata taktis berjaga-jaga di depan Mako Brimob. Bahkan siapapun dilarang mendekat dengan radius 50 meter. Termasuk wartawan yang akan meliput dilarang,

Seperti diketahui Keributan dan kerusuhan terjadi di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) malam. Diduga sempat terjadi bentrok antara narapidana (napi) teroris dengan aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri di lingkungan Mako Brimob.

“Info terkini. Mako Brimob Depok kembali rusuh. Ikhwan-ikhwan juga sempat bentrok dan baku tembak dengan Densus 88. Ikhwan-ikhwan juga sempat dapat senjata dari aparat. Doakan ikhwan-ikhwan yaaa,” demikian tulisan yang beredar di sosial media (sosmed).

Belum jelas apa penyebab kerusuhan dan keributan tersebut. Menurut sumber ada 7 korban luka dari pihak Brimob mengenakan baju sipil. Selain itu, disebutkan ada 4 anggota Brimob dan 3 pucuk senjata api disandera di tahanan teroris Mako Brimob. Tiga pucuk senpi tersebut 2 laras panjang dan 1 pendek.

Sumber tersebut juga mengatakan diduga motifnya tahanan yang berada di block C kerap membuat ulah hingga kini. Tahanan yang berada di block C .
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, kerusuhan tersebut melibatkan tahanan dengan petugas Rutan. “Saya benarkan ada insiden bukan rusuh di Mako Brimob. Diduga melibatkan tahanan dan petugas,” kata Iqbal, Selasa (8/5/2018).
Terkait motif kerusuhan tersebut, Iqbal belum dapat menjelaskan lebih lanjut. “Ini masih ditangani dan diselidiki,” tukasnya. (angga/ilham/b)