Wednesday, 23 October 2019

Polisi Bantah Klaim ISIS Dalangi Kerusuhan di Mako Brimob

Kamis, 10 Mei 2018 — 15:45 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal. (ikbal)

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal. (ikbal)

DEPOK – Polisi membantah klaim Negara Islam, Iraq dan Suriah (ISIS) dalang di balik kerusuhan di Mako Brimob, Depok. Bantahan tersebut berdasarkan informasi polisi yang sempat disandera maupun dari narapidana teroris langsung.

“Sampai saat ini kami membantah itu. Tidak ada bukti yang kuat. Bahwa kami melakukan konfirmasi langsung ke beberapa rekan-rekan kami yang terluka dan beberapa napiter di situ,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M. Iqbal di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Sebelumnya ISIS mengklaim sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang pecah sejak Selasa (8/5/2018) malam.

(Baca : Nyali 10 Napi Ciut dan Menyerah Setelah Dengar Ledakan)

Dalam kanal Jihadist News, disebutkan laporan itu berdasarkan kantor berita ISIS “Amaq News Agency.” Pernyataan ISIS tersebut  dimuat dalam bahasa arab yang ditayangkan situs kelompok intelijen SITE di laman ent.siteintelgroup.com.

Meski membantah klaim itu, Iqbal mengaku tetap akan mendalami pernyataan tersebut. Mantan Kapolrestabes Surabaya itu menyatakan hingga saat ini kerusuhan dipicu permasalahan makanan. Dia menyebut penyidik memerlukan investigasi untuk mengetahui motif kerusuhan.

“Ini menjadi bahan kami. Kami akan dalami itu. Sampai saat ini insiden itu dipicu hanya karena permasalahan makanan,” imbuhnya.

Kerusuhan yang melibatkan napi teroris dengan  petugas Polri pecah pada Selasa (8/5/2018). Sebelumnya napi berhasil menguasai tiga blok tahanan. Dari pihak napi, satu orang tewas dan lima polisi gugur. Empat petugas juga megalami luka-luka akibat kerusuhan itu. (ikbal/tri)