Thursday, 14 November 2019

Warga Dukung Rutan Khusus Teroris Dibangun Dekat Rumah SBY

Rabu, 23 Mei 2018 — 18:55 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

BOGOR – Rencana Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memindahkan rumah tahanan (Rutan) teroris Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok ke Cikeas, Bogor, ternyata disambut baik warga Bogor.

Beberapa warga yang ditanya soal rencana Kapolri, memberi apresiasi. Warga menilai, alasan pemindahan rutan, karena Mako Brimob dianggap sudah tidak lagi mumpuni menampung tahanan terorisme, sangat relevan.

Bagi warga, usulan Kapolri yang disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, Selasa (22/5) dan dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, secepatnya direalisasikan.

“Diusulkan Rutan Cabang Salemba Mako Brimob ke Cikeas, bagus dong,”kata seorang warga bernama Edy.“Jadi kalau khusus, pengamanannya pasti maksimal,”ujarnya lagi menegaskan.

Ratna 37, seorang ibu rumah tangga meminta, agar usulan pemindahan Rutan Mako Brimob ke Cikeas, ditindaklanjuti dengan pengamanan ekstra di rutan nantinya.

Seperti diketahui Cikeas kian terkenal setelah SBY jadi Presiden Indonesia menggantikan Megawati. Meski Cikeas cukup luas, namun sering dikaitkan dengan kediaman  pribadi  SBY yang memang berada di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu.

“Awasi ketat biar mereka pelaku teroris nggak jadikan rutan tempat koordinasi. Jangan hanya rutan, kalau bisa Lapas juga. Saya sependapat dengan pak Buwas (Budi Waseso), penjahat seperti mereka itu ditaruh di laut lepas lalu di jaga hiu,”kata ibu dua anak ini.

“Cukuplah sudah teroris di Indonesia. Aksi di tiga gereja di Surabaya, jangan lagi terjadi ya pak polisi,”pitanya.

Jenderal Tito sebelumnya mengatakan, kejadian bom di Surabaya, pihaknya langsung melakukan penindakan. Hasilnya, dalam waktu delapan hari yakni dari 13-21 Mei 2018, 74 orang ditangkap. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia karena melawan saat ditangkap.

“Di Jatim 31 orang, Jabar 8 orang, Banten 16 orang, Lampung 4 orang, Riau 9 orang, Sumut 6 orang,” kata Tito menjelaskan.

“Polri belum berhasil menangkap tokoh utama JAD yang menjadi otak dalam serangkaian aksi teror. Tokoh utamanya belum,” kata jenderal polisi bintang empat ini. (yopi/b)