Friday, 06 December 2019

KPAI Minta Remaja Ancam Bunuh Jokowi Tidak Ditahan

Kamis, 24 Mei 2018 — 18:47 WIB
Ketua KPAI Susanto (ikbal)

Ketua KPAI Susanto (ikbal)

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berharap agar polisi tidak menahan RJ, remaja 16 tahu yang mengancam dan menghina Joko Widodo melalui video yang sempat viral. Ketua KPAI Susanto menilai polisi harus memproses kasus RJ dengan sesuai dengan peradilan anak.

Menurutnya tidak ada motif dari RJ menghina Jokowi. Dia menyebut remaja tersebut membuat video hanya sebagai bahan candaan diantara teman-temannya.

“Kami sudah diskusi dengan penyidik dan kanit PPA, ada beberapa poin yang kami sampaikan ke publik. Ananda RJ ini umur 16 tahun, dari sisi usia masih usia anak. Tentu dalam kasus ini gunakan sistem peradilan anak. Kita harus utuh lihatnya. Melihat kasus ini dari sisi usia masih anak, latar belakang dan apa yang dilakukan kondisinya seperti itu, tentu pemenjaraan bagi pelaku bukan tindakan yang arif,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

(Baca: Remaja Pengancam Jokowi, Argo: Dia Ditantang Teman-temannya)

Susanto menyatakan sepakat bahwa yang dialkukan RJ dalam video merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Namun karena masih tergolong usia anak, Sasanto meminta agar tindakan RJ dimaafkan. Sebelumnya melalui video RJ dengan orang tuanya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan bodohnya itu.

“Bahwa kita tidak bisa toleransi, iya. Tindakan itu tidak boleh terjadi dan tidak boleh dilakukan kepada siapapun, karena hina simbol negara. Masih usia anak tentu kita maafkan. Polisi juga maafkan atas tindakan yang dilakukan RJ,” tandasnya.

“Saya kira sanksi minta maaf ke publik itu merupakan sanksi yang sudah tepat dan proporsional. Karena kalau tidak sampaikan ke publik, saya khawatir anak lain lakukan hal sama. Hemat kami ini sudah proporsional bagi yang bersangkutan,” pungkas Sasanto. (ikbal/b)

,