Monday, 16 December 2019

Maurizio Sarri Dipecat Napoli, Kursi Conte di Chelsea Ikut Digoyang

Kamis, 24 Mei 2018 — 7:24 WIB
Maurizio Sarri dipecat Napoli (reuters)

Maurizio Sarri dipecat Napoli (reuters)

INGGRIS– Selain transfer pemain, musim depan klub-klub di Eropa bakal sibuk mencari pelatih baru. Paris Saint German sudah resmi menunjuk Thomas Tuchel menggantikan Unai Emery yang dipecat.

Tidak sempat menganggur, Emery langsung menukangi Arsenal yang ditinggal pergi oleh Arsene Wenger.

Terakhir Napoli juga memecat pelatih Maurizio Sarri karena dianggap gagal meraih Scudetto musim ini setelah kembali kalah dari Juventus. Napoli lalu menunjuk Carlo Ancelotti jadi manajer baru.

Setelah Sarri dipecat, pelatih berkebangsaan Italia itu lalu dikait-kaitkan dengan Chelsea. Soalnya Antonio Conte juru taktik Chelsea sekarang ini dianggap tidak memenuhi target pemilik klub karena hanya mampu mempersembahkan trofi juara Piala FA.
Seperti diberitakan, pelatih Napoli Maurizio Sarri telah resmi digantikan ole Ancelotti. Dan untuk itu, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, yang secara resmi mengumumkan jika Maurizio Sarri tak lagi duduk di kursi pelatih Partenopei juga sudah mengucapkan terimakasih terhadap pelatih berusia 59 tahun itu.
“Saya berterima kasih kepada Maurizio Sarri atas dedikasinya yang berharga untuk Napoli,” tulis De Laurentiis di akun Twitter pribadinya @ADeLaurentiis.

Namun kehilangan jabatannya sebagai pelatih Napolitidak membuat Maurizio Sarri khawatir. Sebab, Chelsea dan Zenit St Petersburg siap menampungnya.

Pelatih Chelsea, Antonio Conte. (ist)

Antoino Conte

Akan tetapi, Chelsea berada di baris terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Sarri. Manajemen The Blues ingin Maurizio Sarri menggantikan peran Antonio Conte sebagai manajer pada musim panas tahun ini.

Hanya saja legenda Chelsea, Gianfranco Zola, masih berharap Conte tetap menangani The Blues. Bagi Zola, Conte telah menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin.
Masa depan Antonio Conte bersama skuat The Blues memang terus digoyang isu. “Sangat sulit untuk mengatakan. Ada banyak masalah. Bagi saya, rumor masa depan Antonio menyedihkan, karena dia adalah manajer yang telah melakukan tugasnya dengan baik,” kata Zola.

“Situasi ini tidak sehat. Premier League adalah liga yang sangat kompetitif dan segala sesuatu di dalam klub harus tepat. Sayang sekali, karena saya ulangi, Antonio adalah manajer yang sangat bagus,” paparnya.

Sejak duduk di kursi manajer Chelsea pada 4 April 2016, Antonio Conte berhasil membawa timnya meraih 69 kemenangan, 17 kali imbang, dan menelan 20 kekalahan dari 106 laga. Dia pun turut mempersembahkan dua gelar juara buat The Blues.(b)