Friday, 22 November 2019

Ditebas Clurit Saat Tawuran, Zaenal Kehilangan Pergelangan Tangan

Minggu, 27 Mei 2018 — 8:27 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

TANGSEL –  Zaelani Sidiq (21), harus kehilangan pergelangan tangannya karena ditebas clurit  saat tawuran antar kelompok pemuda  di kawasan  Jl. Raya Cierendeu, samping rumah makan Tandikat Padang,  Ciputat Timur, Sabtu (26/5/2018).

Korban, warga Ciputat Timur kini terpaksa dirawat di RS Fatmawati akibat luka sabetan clurit dan pukulan stik golf  dalam tawuran antara kelompok Asep alias Cepot dari kawasan Lestrai Cirendeu dan kelompok Gang Monas, Cirendeu, kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho didampingi Kapolsek Ciputat, Kompol Donny Wibisono, Sabtu (26/5).

Kasus tawuran antara dua kelompok pemuda ini memang sangat meresahkan warga sekitar sehingga pihak jajaran Polsek Ciputat melakukan operasi dan mengejar pelaku penganiayaan serta biang aksi tawuran tersebut.

Dua orang pelaku penganiayaan terhadap Zaenal Sidiq yang menggunakan clurit dan stik golf telah diamankan petugas.Yaitu  AD, (16) dan AS (19), warga perumahan Lestari Cirendeu.

Kompol Donny Wibisono mengatakan,  informasi dari sejumlah saksi, sebelum terjadi tawuran antar kelompok tersebut mereka sudah melakukan perjanjian pertemuan di sekitar pinggir RM Tandikat Padang, Cirendeu, Ciputat Timur.

Namun tidak disangka salah satu kelompok membawa sejumlah senjata tajam seperti golok, clurit dan stik golf yang akhirnya menimbulkan korban luka cukup parah terhadap korban Zaenal Sidiq, yang  pergelangan tangan kanannya putus  ditebas clurit dan bagian badan serta kepala di pukul stik golf oleh lawannya.

Ke dua kelompok  tersebut setiap bulan puasa atau ramadhan kerap tawuran saat menunggu waktu sahur. Dua pelaku kini sudah diamankan di Polsek Ciputat dan korban tengah mendapatkan perawatan di RS Fatmawati.

Ke dua pelaku yang melakukan perbuatan sadis tersebut terancam tidak dapat berlebaran dengan keluarga dan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan sub 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman sekitar 12 tahun kurungan penjara. (anton/tri)