Sunday, 08 December 2019

Bamsoet : Pancasila Merupakan Way of life Bangsa

Jumat, 1 Juni 2018 — 11:41 WIB
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo bertugas membacakan Pembukaan UUD 1945 pada upacara Hari Lahir ke-73 Pancasila. (ist)

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo bertugas membacakan Pembukaan UUD 1945 pada upacara Hari Lahir ke-73 Pancasila. (ist)

JAKARTA  – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, bahwa Pancasila merupakan way of life bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tingkah laku dan tindak tanduk para pemimpin serta seluruh rakyat Indonesia harus mencerminkan semua sila yang ada di dalam Pancasila.

“Kita harus terus mengingat dasar negara Pancasila yang merupakan landasan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa,” ujar Bamsoet usai menjadi pembaca Pembukaan UUD 1945 pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (1/16/2018).

“Upacara kali ini bukan seremonial belaka. Saya pribadi beserta para pejabat lain yang hadir harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengatur penyelenggaraan negara. Sehingga mampu menata kehidupan warga dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena jika para penyelenggara negara sudah bisa menjadi tauladan sebagai agen Pancasila, otomatis rakyat akan mengikutinya,” jelas Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini, mengaku tak mampu membayangkan apa jadinya Indonesia jika para pejabat dan warganya tak lagi menghayati dan mengamalkan Pancasila.

“Sangat ngeri membayangkan Indonesia tanpa Pancasila. Ibaratnya sebuah rumah, Pancasila adalah pondasi yang kuat sehingga mampu menopang Indonesia agar kokoh dan tidak roboh. Karena Pancasila semua kebhinekaan yang ada tidak membuat kita terpecah, melainkan diikat menjadi suatu kekuatan besar,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI mengingatkan, bahwa tantangan ke depan yang dihadapi Bangsa Indonesia akan sangat berat. Karena itu, perlu kesadaran kolektif sebagai sebuah bangsa untuk tidak menjadikan Pancasila sekadar hapalan di luar kepala maupun hiasan di dinding rumah atau kantor.

“Kita harus mewaspadai segala upaya yang merusak ideologi Pancasila untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Mari bersama jaga dan junjung tinggi Pancasila dari berbagai serangan ideologi lain yang tak senafas dengan nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat Indonesia,” pungkas Bamsoet. (rizal/mb)