Wednesday, 20 November 2019

Ini Penjelasan Ketua Umum PA 212 Soal Pertemuan Prabowo, Amien dan Habib Rizieq

Selasa, 5 Juni 2018 — 17:22 WIB
habieb-prabowo

JAKARTA – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif menegaskan meski sudah berencana bertemu dengan Prabowo Subianto, tetapi pertemuannya di Masjidil Haram bukan bagian dari perencanaan tersebut. Dari pertemuan tersebut berlanjut pertemuan dengan Habib Rizieq Shihab yang menghasilkan gagasan mempercepat deklarasi koalisi keumatan.

Slamet mengatakan, ketika sedang melaksanakan ibadah umroh, yang keberulan dirinya ikutrombongan Amien Rais, selesai melakukan sa’i, tiba-tiba ajudan Prabowo menghubungi pihak Amien Rais. Yang menginfokan, Prabowo juga sedang melakukan tawaf. Setelah Prabowo selesai melakukan tawaf, mereka bertemu di pelataran Masjidil Haram. Padahal sebelumnya, mereka berencana bertemu di kota Jeddah, bukan di Masjidil Haram.

pa212

Slamet Ma’arif pada Selasa (5/6/2018) di Kantor Persaudaraan Alumni 212, Jalan Raya Condet, Jakarta Timur saat memberikan keterangan pers

“Kemudian kita bertemu di pelataran Masjidil Haram di depan Ka’bah ketika kita bertemu semua dengan kekeluargaan, keakraban, kemudian saling lempar pertanyaan apa kabarnya, sehat semua? Kemudian kita doa bersama dipimpin Pa Amien Rais menghadap ke arah Ka’bah. Itu yang fotonya beredar ya,” terang Slamet Ma’arif pada Selasa (5/6/2018) di Kantor Persaudaraan Alumni 212, Jalan Raya Condet, Jakarta Timur.

Kemudian keesokan harinya Slamet, Prabowo, Amien Rais dan lima orang lainnya bertemu dengan Habib Rizieq di kediamannya. Kesembilan orang tersebut membicarakan terkait rencana mempercepat deklarasi koalisi keumatan antara Gerindra, PKS, PAN dan PBB.

“Supaya apa? Suara umat tetap bisa kita satukan. Beliau menjamin kalau koalisi keumatan dideklarasikan secara terbuka maka kami meyakini bahwa umat itu senantiasa bisa kita satukan kita bisa lagi kembali,” tambah Slamet.

Tidak hanya itu saja, ia juga menyampaikan hasil rakornas PA 212 kepada Habib Rizieq. Bahkan salah satu usulan yang ada dalam rakornas menyebutkan akan memperjuangkan Habib Rizieq sebagai Capres 2019. Namun Habib Rizieq hanya terswnyum menanggapi pernyataan tersebut.

Lebih lanjut kata Slamet, setelah deklarasi atau pembentukan koalisi, HRS menyarankan agar lima nama capres yang dicalonkan, segera menjelaskan visi misinya pada saat ijtima ulama.

“Artinya lima capres dan sembilan nama cawapres yang direkomendasikan punya bobot yang sama, punya hak yang sama, kesempatan yang sama, untuk memberikan visi dan misi. Dan semacam kalau mau dikatakan kampanye gitu di depan para-para ulama di ijtima ulama di bulan Juli. Nah setelah digodok di ijtima ulama di bulan Juli, siapa yang akan muncul calonnya, itu yang akan di dukung oleh HRS,” jelasnya.

Tetapi, kata Ketua Umum PA 212 ini, jika koalisi keumatan ini bubar maka HRS akan langsung mencabut dukungannya serta mengundurkan diri dari urusan Pilpres 2019 nanti. (cw2/b)