Wednesday, 23 October 2019

Dana Terlambat Turun, Ramadhan Manasik Haji Baru Dilaksanakan

Rabu, 6 Juni 2018 — 19:38 WIB
Pembinaan manasik haji tingkat Kabupaten Bekasi untuk Kecamatan Tambun Selatan dilaksanakan di Mesjid Raya Jatimulya. (saban)

Pembinaan manasik haji tingkat Kabupaten Bekasi untuk Kecamatan Tambun Selatan dilaksanakan di Mesjid Raya Jatimulya. (saban)

BEKASI – Bimbingan manasik haji (Bimsih) calon jamaah haji  Kabupaten Bekasi, terlambat dilaksanakan karena dana dari Kementarian Agama (Kemenag) terlambat turunnya.

“Mestinya sebelum Puasa, namun karena anggaran lambat jadinya pasa Ramadan,” ujar Shobirin, Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi, Rabu (06/06).

Menurut Shobirin, ada enam kali pertemuan di masing-masing kecamatan dan dua pertemuan untuk tingkat kabupaten, “Pertama dilakukan pada Selasa (05/06) melibatkan seluruh calhaj di Gedung OSO, Grand Wisata, Tambun Selatan,” Shobirin.

Sementara itu pertemuan pertama dilakukan di semua masjid kecamatan, “Untuk yang calhajnya sedikit bisa merjer dengan kecamatan lain,” katanya, sambil mengatakan untuk calhaj yang banyak mengadakan sendiri dan tidak gabung.

Dari 23 kecamatan yang pelaksanaan Bimsih ada di 14 kecamatan, untuk kecamatan yang calhajnya banyak seperti Tarumajaya, Babalen, Tambun Selatan, Cikarang Barat, Setu, Cikarang Timur, Cibarusah, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara dan  Cibitung mengadakan sendiri.

Kecamatan yang jumlah calhajnya melimpah adalah Tambun Selatan, sebanyak 419 orang dan yang sedikit Kecamatan Bojongmangu hanya 9 orang.

Menurut Shobirin jumlah calhaj tahun ini sebanyak  2.207 orang dengan 9 petugas. Kloter awal untuk Kabupaten Bekasi adalah Kloter 3 yang direncanakan berangkat apda 17 Juli 2018.

Sementara itu sejumlah calhaj, saat ini sedang mempersiapkan berkas untuk manifes, seperti bukti pelunasan KTP, KK dan pas foto serta paspor.

Secara keseluruhan kuota calhaj Provinsi Jawa Barat, mengalami kenaikan. Berdasarkan urutan terbanyak calhaj yang berangkat tahun ini, Kabupaten Bogor 3.473 Calhaj, Kota Bekasi (2.785), Kabupaten Bandung (2.578), Kota Bandung (2.464), Kabupaten Cirebon (2.411) dan Kabupaten Bekasi (2.207).

Sedangkan kota dan kabupaten yang calhajnya mendapat kuota sedikit pada tahun ini, Kota Banjar (178), Kota Sukabumi (257), Kota Cirebon (331) dan Kabupaten Pangandaran (385). (saban/win)