Wednesday, 13 November 2019

Ini Persiapan lnfrastruktur Jalur Mudik Menurut Menteri PUPR

Rabu, 6 Juni 2018 — 13:58 WIB
Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan 90 persen kondisi jalan nasional siap digunakan jalur mudik tahun 2018. Jalan itu ditemui di Sumatera, Jawa Kalimantan dan Sulawesi.

Menurutnya, dari berbagai daerah dia menyebut jalur di Pulau Jawa menjadi prioritas karena 60 persen penduduk ada di Pulau Jawa. Ini menjadikan arus mudik dan balik lebih intens.

Pemeriksaan kesiapan jalur-jalur mudik dan prasarana pendukung, kata Basuki telah dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri serta Dirut PT Pertamina.

“Di Indonesia dan di keseluruhan sudah 90 persen kondisinya sudah 90 persen mulai dari Sumatera Jawa Kalimantan dan Sulawesi dan sebagian besar ada di Jawa, jadi kita fokus ke Jawa,” katanya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum itu menjelaskan dari Jakarta menuju Jawa Tengah terdapat jalur Pantai Utara (Pantura) sepanjang 1400 Km. Terdapat juga Jalur Tengah dan jalur Pantai Selatan (Pansela) sekitar 1300 Km dengan kondisi baik. Jembatan Cincin Lama atau Jembatan Babat-Widang di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang runtuh pada 17 April lalu kini juga sudah bisa dilewati.

“Kemudian untuk yang tol kmaren kita lewat tol dari Tegal-Semarang sekitar 150 Km ditempuh dengan waktu 3 jam dengan kecepatan tidak lebih dari 60 Km. Dan kalau jalan tol dari Jakarta ke Surabaya 760 Km. 525 Km jalan sudah operasional penuh dan 235 Km fungsional tapi bukan darurat. Kita batasi kecepatannya tidak lebih dari 40 sampai 60 Km,” terangnya.

Basuki menambahkan di jalur tol terdapat dua kerawanan. Titik pertama yakni berada di pintu tol Kertasari, Tegal dan Jembatan Kendal, 33 Km dari Semarang. Dia memperkirakan H-3 Lebaran diprediksi jembatan tersebut baru dapat dilalui.

“Kemudian dari Jakarta ke Semarang nanti nyambung di Krapyak dan langsung masuk Tol Semarang-Solo. Di tol tersebut ada yang mengarah ke Salatiga dan Kartosuro. Satu titik rawan di situ di kali Kenteng. Jembatan Kali Kenteng memang tidak bisa kita manfaatkan kali ini karena 9 tiang yang tingginya lebih dari 40 meter akan kita pasangkan dan buat jalan di bawahnya nanti bisa langsung ke Solo melalui sudah nyambung dan langsung jalan,” tandasnya.

Sementara itu untuk fasilitas penunjang seperti rest area di sepanjang jalur mudik. Disediakan pula posko kesehatan yang terdapat pengisian BBM dan tempat kiliner di satu area. Kebutuhan toilet umum dan ketersediaan air juga disebut Basuki akan memenuhi kebutuhan. (ikbal/yp)