Friday, 18 October 2019

Pasca Lebaran, Gelandangan, Pengemis, Pengamen, Digaruk

Kamis, 21 Juni 2018 — 18:26 WIB
Seorang PMKS yang berkeliaran di jalan diamankan petugas. (wandi)

Seorang PMKS yang berkeliaran di jalan diamankan petugas. (wandi)

JAKARTA  – Puluhan Penyandang Masalah Kesenjangan Sosial (PMKS)  yang berkeliaran di Jakarta Selatan dijaring petugas.  Operasi pasca lebaran di sejumlah titik rawan ini dilakukan untuk mengantisipasi mambanjirnya PMKS di wilayah Jakarta Selatan.

Kasudin Sosial Jaksel Mursidin, mengakui pasca lebaran ini pihaknya mengentensifkan sejumlah lokasi rawan PMKS untuk dilakukan pengawasan.  Hasilnya, dalam operasi ini pihaknya berhasil mengamankan sekitar 10 orang.

“Mereka yang terjaring ini antara lain gelandangan,  orang terlantar,  pengamen, pengemis dan pencari sumbangan. Selanjutnya para PMKS ini selain diserahkan kepada keluarganya juga dikirim ke panti sosial Kedoya, ” kata Mursidin,  Kamis (21/6).

Diungkapkan oleh Kasudin Sosial para PMKS itu diamankan dari sejumlah wilayah seperti,  Lebak Bulus,  Pondok Indah,  Jalan.  Fatmawati, Pengadegan dan Stasiun Kalibata.  Sedangkan nenek tua bernama Wiece Wicaksono, 80 yang hilang dari rumahnya di Wisma Harapan II, Cimanggis, Depok, Jawa Barat langsung diserahkan kekeluarganya.

“Korban ditemukan di pinggir jalan sekitar Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Oleh petugas nenek ini langsung dipulangkan kepada keluarganya,”tambahnya.

Sementara itu Putri Andita, 30, PMKS diamankan  di sekitar Stasiun KA Duren Kalibata, Jakarta Selatan mengaku pasrah saat dilendang petugas.  Wanita ini mengaku terpaksa minta-minta sumbangan karena dirinya tidak punya pekerjaan.

“Kalau ngemis saya malu,  makanya salah satu cara saya lakukan dengan meminta-minta sumbangan. Ini baru saya lakukan sejak 2 hari lalu, hari pertaman aman dan hasil lumayan,”kata Putri Aditya ini.

Makanya, setelah ditangkap seperti ini disini setelah keluar dari panti Sosial akan mencari pekerjaan. Sebab jika melakukan hal yang sama dirinya pasti akan ketangkap lagi.  (wandi/win)