Saturday, 07 December 2019

Kapal Tenggelam di Danau Toba, Pejabat Ini Terancam Hukuman 10 Tahun Denda Rp 1,5 Miliar

Jumat, 29 Juni 2018 — 18:57 WIB
Petugas SAR masih mencari korban kapal tenggelam di Danau Toba (reuters)

Petugas SAR masih mencari korban kapal tenggelam di Danau Toba (reuters)

MEDAN – Kepala Dinas Perhubungan Samosir, Nurdin Siahaan alias NS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) lalu.

Dalam penetapan tersangka itu, NS terancam hukuman penjara selama 10 tahun dan harus membayar denda sebanyak Rp 1,5 miliar‎. Demikian dikatakan Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, Jumat (29/6/2018).

Dir Krimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan NS disangkakan dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana.

“‎NS kita jerat dengan Pasal yang seperti tersangka lainnya yakni Pasal 302 atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran Jo pasal 359 KUH Pidana.”kata Rian.

Selain Nurdin, penyidik juga telah menetapkan empat tersangka lainnya yakni ‎Nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra. Kemudian, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Andi menambahkan bahwa penyidik terus mendalami kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, untuk melihat dan mengungkap siap lagi akan menjadi tersangka baru.

“Banyak pihak-pihak terkait menjalani tugas dengan pembiaran sehingga menyebabkan banyak korban jiwa dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun,” ujarnya. (samosir/b)

Terbaru

Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?
jalan bareng
Sabtu, 7/12/2019 — 7:59 WIB
Jalan Jalan Bareng, Yuk!