Thursday, 14 November 2019

Mendikbud Sayangkan Banyak Orangtua Tak Paham Sistem Zonasi

Sabtu, 30 Juni 2018 — 13:51 WIB
Menteri Pendidikan dan Kabudayaan, Muhadjir Effendy. (yendhi)

Menteri Pendidikan dan Kabudayaan, Muhadjir Effendy. (yendhi)

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kabudayaan, Muhadjir Effendy, menyebut masih banyak orangtua yang tidak faham tentang kebijakan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menurut Muhadjir, sistem zonasi adalah kebijakan pemerintah untuk melakukan pemerataan kualitas disemua sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Jadi intinya memang masih banyak orang yang belum memahami tentang ini, tentang kebijakan zonasi ini, bahwa sebetulnya sekolah itu akan kami bikin rata kualitasnya secara bertahap. Apalagi ini ada pak Gubernur saya mohon dukungannya untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas di DKI ini saya kira bisa di percepat,” kata Muhadjir di SMK Negeri 26 Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (30/6/2018).

Sistem zonasi diterapkan, untuk merubah stigma para orangtua yang selalu memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah yang dianggap favorit. Sistem zonasi juga diharapkan bisa lebih menghemat waktu dan biaya transportasi para orangtua, karena sekolah yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal.

“Banyak orangtua yang mencari sekolah favorit padahal nanti sudah tidak ada itu sekolah favorit, nantinya gurunya juga kita rotasi kita ratakan, karena itu saya mohon orangtua sekarang untuk merubah mindset itu,” kata Muhadjir.

Diharapkan, para kepala sekolah agar mendukung kebijakan pemerintah dengan menerapkan sistem zonasi ini. Kendati demikian, Muhadjir berharap agar tidak ada pihak sekolah yang menyalahi aturan dengan memanfaatkan sistem zonasi. Pasalnya, sempat ada kasus yang muncul dimana orangtua ‘nitip’ surat Kepala Keluarga (KK) kepada pihak sekolah.

“Ini sebagian besar keluhannya karena anaknya tidak diterima di sekolah yang merasa itu sekolah favorit, karena sebenarnya tidak ada favorit itu. Yang menjadi acuan zonasi itu adalah radius semakin dekat anak dengan sekolah dia lah yang lebih punya peluang masuk disekolah itu, karena itu saya minta semua kepala sekolah baik SD, SMP, SMK, SMA supaya mematuhi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan zonasi itu,” tandas Muhadjir. (yendhi/mb)