Monday, 09 December 2019

Razia Biduk, Pendatang Diminta Urus Administrasi Kependudukan

Minggu, 15 Juli 2018 — 13:56 WIB
Walikota Jakbar, Rustam Efendi (tengah), Plt Kasudin Dukcapil Jakbar, Edi Supriadi saat Binduk di RW 05 Tanjung Duren Selatan. (Rachmi)

Walikota Jakbar, Rustam Efendi (tengah), Plt Kasudin Dukcapil Jakbar, Edi Supriadi saat Binduk di RW 05 Tanjung Duren Selatan. (Rachmi)

JAKARTA – Pemko Jakarta Barat menjalankan pekerjaan rutin pasca Idul Fitri dengan razia terhadap pendatang baru. Petugas mendatangi kawasan Tanjung Duren Selatan dan rencanya pada 18 Juli akan merazia kawasan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.

Plt Kasudin Dukcapil Jakbar, Edi Supriadi menjelaskan pihaknya tidak melarang mereka tinggal di Jakarta tetapi diminta mengurus administrasi kependudukan. Hal itu juga bisa dilakukan melalui pembinaan kependudukan (biduk).

“Setiap pendatang baru yang bermaksud tinggal di Jakarta wajib mengurus surat pindah dari daerah asal,” kata Edi, Minggu (15/7/2018).

 

Saat Binduk putaran I di RW 05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Sudin Dukcapil Jakbar menerbitkan 197 Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS).

 

Walikota Jakbar, Rustam Efendi mengakui Jakarta bukanlah kota tertutup bagi para pendatang baru. Namun di sisi lain Pemprov DKI Jakarta  rutin mendata warga daerah yang berbondong datang ke Jakarta, terlebih usai lebaran.(Rachmi/us)