Monday, 16 December 2019

Sebagian Jalur Tol Cikampek Ditutup, Imbasnya Jalan Arteri Macet

Selasa, 17 Juli 2018 — 19:36 WIB
Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek terus dikebut

Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek terus dikebut

BEKASI – Pemkot Bekasi telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak penutupan sebagian Jalur Tol Jakarta Cikampek yang dipastikan akan menimbulkan kemacetan. Dampak penutupan akan berimbas pada jalur arteri.

“Prinsipnya kita akan membantu dan menyiapkan jika terjadi kemacetan di jalur arteri,” kata Yayan Yuliana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Selasa (17/7).

Disebutkan, penutupan sebagian lajur akan mulai dilakukan pada Selasa (17/7) mulai pukul 21.00-05.00 WIB hingga Desember 2018 mendatang. Hal ini dimungkinkan akan berdampak pada jalur arteri di Kota Bekasi.

Beberapa jalan arteri yang bakal terimbas di antaranya Jalan KH Noer Ali, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman dan Jalan Kalimalang hingga ke perbatasan Kabupaten Bekasi. “Manakala lajur di Tol Jakarta-Cikampek ditutup, pengendara akan mencari jalan lain,” katanya.

Yayan menyebutkan akan memaksimalkan jalan arteri dengan berkoordinasi dengan Polrestro Bekasi Kota. Selain itu sebanyak 700 personel Dishub Kota Bekasi akan disiagakan. “Selama ini, kami sudah siapkan personel dan bersiaga di persimpangan jalan arteri. Anggota kami sudah bersiaga di persimpangan mulai pukul 05.30-21.30 WIB,” ucapnya.

Diberitakan, PT Jasa Marga merilis tahapan pengerjaan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek II yang saat ini memasuki kegiatan komisioning erection steel box girder dengan metode launcher gantry. Kegiatan proyek ini kategori pekerjaan dengan risiko tinggi, sehingga tiga jalur di ruas tol akan ditutup sementara. (chotim/b)