Saturday, 07 December 2019

Buntut Sebagian Jalur Tol Cikampek Ditutup, Jalan Arteri di Bekasi Macet

Kamis, 19 Juli 2018 — 17:55 WIB
Sejumlah truk besar melintas di jalan arteri Kalimalang. (saban)

Sejumlah truk besar melintas di jalan arteri Kalimalang. (saban)

BEKASI -Buntut pengurangan lajur di Kilo Meter(Km) 15 hingga Km 20 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, sejumlah truk bertonase besar penuhi jalan arteri dan jalan kelas IV bertonase rendah di Bekasi, Jawa Barat.

Kondisi ini terjadi sejak Rabu hingga Kamis (19/07) dan sempat memacetkan sejumlah ruas jalan arteri, “Kalau sore ampun dah macetnya di sini,” ujar Alek, pedagang sate kambing yang biasa mangkal di JalanKH Noee Alie Kalimalang, Setiadarma, Tambun Selatan. Menurut dia kemacetan itu teejadi sejak Selasa dan sepanjang hari.

Pengamatan Pos Kota kendaraan bertonase tinggi ini terlihat selepas gerbang Tol Cibitung. Kendaraan ke luar masuk ke jalur Kalimalang dan terus ke arah Jakarta.

Sementara di ruas tol Jakarta-Cikampek kemacetan menjadi pemandangan biasa dan sekarang bertambah parah saat pekerjaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated ujicoba melakukan simulasi pengurangan lajur di Km 18 sebelum dilakukan uji coba pelaksanaan metode launcher gantry untuk erection steel box girder atau balok besi untuk penopang.

Salah satu lokasi pengerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah di median Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting dari Bekasi Timur ke arah Tambun, sehingga untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan gangguan minimal terhadap lalu lintas, akan dilakukan kegiatan komisioning erection steel box girder dengan launcher gantry.

Pelaksanaan komisioning adalah pengujian atau melakukan pengujian operasional suatu pekerjaan secara real/nyata maupun secara simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku.

Raddy R. Lukman selaku GM Jakarta-Cikampek menyatakan pelaksanaan simulasi penyempitan lajur di area erection steel box dilakukan pada saat window time. “Simulasi dimaksudkan untuk memastikan apakah metode erection tersebut dapat digunakan dengan mempertimbangkan lalin yang tetap dapat mengalir dan gangguan terhadap arus lalu lintas (lalin) masih dapat ditolerir.

Sehingga setelah simulasi dapat diputuskan apakah metode kerja untuk launcher gantry sebagai alat pemasangan erection steel box girder bisa dilanjutkan atau perlu direview kembali,” jelas Raddy.

Untuk simulasi pengurangan lajur, Raddy menjelaskan diberlakuan pengurangan lajur maksimal 2,5 lajur ditutup untuk melihat dampak kepadatan yang terjadi saat dilakukan pekerjaan. Pengurangan lajur dilakukan demi keamanan dan keselamatan pekerja proyek dan demi keamanan dan keselamatan lalu lintas bagi pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat mengantisipasi perjalanannya, dan jika terjadi kepadatan maka pengguna jalan dapat menggunakan jalur alternatif.

Beberapa jalur alternatif menuju Cikampek yang dapat digunakan yang sudah berada dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat keluar ke jalan arteri melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat/Timur dan kemudian masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibitung, demikian pula dari arah yang sebaliknya. (saban/b)

Terbaru

Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?
jalan bareng
Sabtu, 7/12/2019 — 7:59 WIB
Jalan Jalan Bareng, Yuk!