Wednesday, 11 December 2019

Geledah Kantor Bupati Labuhanbatu, KPK Sita Dokumen Anggaran Proyek

Jumat, 20 Juli 2018 — 16:29 WIB
gedung-kpk

JAKARTA – Kantor Bupati Labuhanbatu Pangonal Harapah digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penggeledahan tersebut terkait kasus suap proyek-proyek di Labuhanbatu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan sejak pukul 10.00. “Penggeledahan dalam penyidikan kasus Labuhanbatu di kantor bupati dan pendopo di rumah dinas bupati,” ucapnya, Jumat (20/7/2018).

Febri melanjutkan, dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK menyita dokumen-dokumen terkait anggaran proyek. Selain itu, sampai saat ini penggeledahan masih berjalan.

“Sejauh ini diamankan dokumen-dokumen terkait anggaran proyek,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, bersama pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra dan pihak swasta, Umar Ritonga sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara tahun anggaran 2018.

(Baca: Ada Kode Rumit Dilakukan Bupati Labuhanbatu Untuk Terima Suap)

Sebagai pihak penerima, Pangonal Harahap dan Umar Ritonga disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara pemberi suap, Effendy Saputra disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001. (cw6)