Monday, 21 October 2019

Kontrak Karya Asmara II Dikala Suami Sibuk Kerja

Jumat, 20 Juli 2018 — 6:42 WIB
dia 20

DENGAN  mengaku janda, Ny. Herniawati, 37, teken Kontrak Karya Asmara II bersama PIL-nya. Di kala suami sibuk kerja, di rumah kontrakan dia kelonan dengan Rocky Gareng, 47. Tetanggapun jadi jengah sehingga lapor ke suaminya. “Saya nggak tahu kalau dia punya suami,” kata Rocky Gareng membela diri.

Ini bukan kisah pertambangan, sebagai Freeport dan Blok Marsela, tapi sama-sama pakai eksplorasi alias “pengeboran” juga. Cuma kontrak karya non pertambangan ini yang dirugikan bukan negara, melainkan  keluarga. Bagaimana tidak dirugikan? Istri sahnya diam-diam dieksplorasi dan “dibor” lelaki lain, sehingga saham suami tinggal kebagian 30 persen.

Kisah kontrak karya dalam tataniaga asmara ini bermula dari rumahtangga Herniawati – Amad Mubazir, 50, yang tidak bahagia. Pihak suami sih merasa bahagia-bahagia saja. Tapi sang istri, Herniawati sampai hernia (kondor) memikirkan suami yang terlalu sibuk kerja. Kerja ya kerja, tapi masak paling seminggu pulang dua kali. Padahal Amad Mubazir ini bukan sopir truk lintas Jawa-Sumatra. Walhasil, punya suami Amad Mubazir sebetulnya mubazir belaka!

Sebagai wanita yang masih muda, tentu saja Herniawati sering merasa kesepian. Di kala dia membutuhkan kehangatan malam, suami tak di rumah. Ada sih kompor, tapi kan tak bisa untuk menghangatkan ranjang. Kalau politisi kompor memang bisa, tapi mana ada politisi tukang nyinyir sampai ke pelosok-pelosok Palembang seperti tempat tinggal Herniawati.

Sekali waktu Herni kenal dengan lelaki setengah baya, namanya Rocky Gareng. Orangnya lumayan ganteng, pinter ngomong pula. Lama-lama dia tertarik pada lelaki itu. Dalam hatinya dia membatin, tongkrongannya saja boleh, apa lagi dengan “tangkringan”-nya. Herniawati pun membayangkan siap menjadi tangkringan Rocky Gareng ketimbang jadi bini Amad Mubazir benar-benar jadi mubazir.

Rupanya Rocky tertarik juga padanya. Maka ketika dia tanya tentang statusnya, jawab saja singkat: sudah janda bebas merdeka. Rocky tak mencoba menanyakan surat cerainya, tapi asal dia main ke rumah ternyata tak pernah ada lelaki yang pantas disebut suaminya. Tak mau ambil banyak resiko, Rocky Gareng menawarkan kawin siri. Ternyata Herniawati setuju. Jadilah sejak itu Herniawati meneken Kontrak Karya Asmara II. Di situ tak ada klausul perpanjangan, yang penting asal sama-sama suka bolehlah dibuat Kontrak Karya Asmara III dan seterusnya.

Namanya kawin siri, Herniawati merasa tak nyaman dengan tetangga. Maka dia minta pada Rocky Gareng, agar cari kontrakan di tempat lain. Ternyata suami kedua ini setuju, jadilah mereka tinggal di   Lorong Mesuji, Kertapati, Palembang. Nyamanlah mereka di sana. Mau eksplorasi kapan saja tak ada yang ganggu, namanya juga Kontrak Karya Asmara II. Diam-diam saham sudah dikuasai Rocky Gareng sampai 70 persen.

Di kala Rocky – Herniawati belum puas menikmati divestasi saham asmara, eh ternyata ada tetangga yang mengenali bahwa Herniawati itu istri Amad Mubazir. Dia sudah mencoba gogling di internet, ternyata tak ditemukan data bahwa ada perceraian Amad Mubazir dengan Herniawati. “Jangan-jangan Rocky itu hanya suami otsorching saja,” batin sang informan.

Untung-untungan, dia lapor ke Amad Mubazir. Ternyata betul, Herni masih istri sahnya. Bingung jadinya dia atas informasi ini, dalam perasannya dia masih menguasai saham 100 persen, ternyata tinggal 30 persen saja. Itulah resikonya bila punya saham mayoritas, tapi jarang dilongok.

Penggerebekan pun dilakukan bersama polisi. Dalam pemeriksaan di Polsek Kertapati Rocky Gareng mengaku tidak tahu bahwa Herni masih punya suami. Alasannya, setiap dia datang tak pernah ada lelaki lain. “Ya sudah, saya akuisisi saja lewat kawin siri.”

Enak saja, bangun smelter tak pernah, buang tailing terus! (JPNN/Gunarso TS)