Thursday, 21 November 2019

KPK Ultimatum Umar Ritonga Serahkan Diri, Jika Tidak Ini yang Akan Dilakukan

Jumat, 20 Juli 2018 — 10:27 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bersama Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. (dok)

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bersama Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. (dok)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Umar Ritonga, selaku orang kepercayaan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, segera menyerahkan diri.

“KPK mengingatkan kembali pada sdr. Umar Ritonga agar bersikap koperatif dan segera menyerahkan diri ke KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (20/7/2018).

(BacaSaat OTT Kasus Bupati Labuhanbatu, Penyidik KPK Hampir Ditabrak)

Umar telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Selain diduga sebagai perantara suap, Umar pun diduga membawa kabur barang bukti uang Rp500 juta yang diberikan Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra kepada Pangonal.

“Pada pihak keluarga dan kolega tersangka agar secara aktif mengajak sdr Umar Ritonga untuk datang ke KPK atau menyerahkan diri ke Polres Labuhanbatu atau kantor kepolisian setempat,” imbau Febri.

“Imbauan ini berlaku sampai Sabtu, 21 Juli 2018. Jika tidak KPK akan memproses penerbitan DPO (daftar pencarian orang) untuk ybs (yang bersangkutan),” imbuh Febri menegaskan.

umar ritonga buron kpk-facebook

Umar Ritonga. (facebook)

Selain terhadap Umar, Febri menambahkan, KPK juga tengah mencari saksi Afrizal Tanjung, Direktur PT Peduli Bangsa yang diduga berperan dalam pencairan cek di BPD Sumut. Febri berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Umar dan Afrizal dapat memberitahukannya ke kantor KPK atau dengan menelepon ke (021) 2557 8300.

“Kami ingatkan, sikap koperatif akan lebih baik dan menguntungkan bagi tersangka, saksi dan proses hukum ini,” tuntasnya.

(BacaKPK Sita Uang Ratusan Juta dari Bupati Labuhanbatu)

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, bersama pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra dan pihak swasta, Umar Ritonga sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara tahun anggaran 2018.

(BacaKPK Resmi Tetapkan Bupati Labuhanbatu Tersangka)

Sebagai pihak penerima, Pangonal Harahap dan Umar Ritonga disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(BacaDitangkap KPK PDI-P Pecat Bupati Labuhanbatu)

Sementara pemberi suap, Effendy Saputra disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001. (cw6/ys)

Terbaru

bri
Jumat, 22/11/2019 — 1:09 WIB
Panglima TNI Terima Kunjungan Direksi BRI
Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina