Tuesday, 22 October 2019

Pendeta AS Dituduh Dukung Fethullah Gulen, Keluar dari Penjara Turki

Kamis, 26 Juli 2018 — 16:56 WIB
Pendeta asal AS, Andrew Brunson, tidak bisa meninggalkan Turki dan pergerakannya terus dipantau aparat Turki.

Pendeta asal AS, Andrew Brunson, tidak bisa meninggalkan Turki dan pergerakannya terus dipantau aparat Turki.

TURKI- Seorang pendeta asal Amerika Serikat yang telah mendekam selama dua tahun penjara di Turki, dipindahkan menjadi tahanan rumah sampai persidangannya dimulai.

Andrew Bruson ditahan Oktober 2016 setelah dituduh membantu organisasi pimpinan Fethullah Gulen—pria yang dituding berupaya melancarkan kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Setelah meringkuk di sel selama dua tahun, pengadilan Kota Izmir memutuskan bahwa Brunson harus keluar dari penjara atas alasan kesehatan.

Akan tetapi, pendeta Kristen Protestan di Gereja Kebangkitan Izmir itu tidak bebas begitu saja.

Menurut pengacara Brunson, Cem Halavurt, kliennya ditempatkan sebagai tahanan rumah dan harus memakai perangkat elektronik pada pergelangan kaki sehingga aparat bisa terus memantaunya.

Halavurt menyebut tuduhan terhadap kliennya “sama sekali tidak terbukti”.

Brunson telah bermukim di Turki selama 23 tahun. Saat ditangkap, dia menjadi salah satu dari 50.000 orang yang dituduh terlibat dalam upaya kudeta.

Media di Turki melaporkan bahwa hampir semua bukti mengenai dugaan keterlibatan Brunson telah dikumpulkan.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyambut baik dikeluarkannya Brunson dari penjara. Namun, sebagaimana dicuitakannya di Twitter, langkah itu “tidak cukup” mengingat “tiada bukti kredibel” terhadap Brunson.

Kasus penahanan Brunson mengakibatkan hubungan AS-Turki semakin tegang.

Sebelumnya, AS sudah dibuat jengkel oleh keputusan Turki membeli rudal-rudal antipesawat buatan Rusia.

Di sisi lain, Presiden Erdogan berang karena AS menyokong pasukan Kurdi dalam konflik Suriah sekaligus menolak mengekstradisi Fethullah Gulen yang bermukim di Pennsylvania.(BBC)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung