Thursday, 21 November 2019

Luhut Sebut, Data SBY Soal Kemiskinan Tidak Mendidik

Selasa, 31 Juli 2018 — 21:51 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan.(ikbal)

Luhut Binsar Pandjaitan.(ikbal)

JAKARTA – Presiden ke-6  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 100 juta jiwa. Karuan saja orang-orang di sekitar Presiden Joko Widodo langsung bereaksi.

Tidak hanya Wapres Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa data yang valid itu dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bukan yang lain. Meski begitu dia menganggap banyak pandangan soal kemiskinan dengan parameter berbeda-beda.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga bereaksi lebih keras. Dia mempertanyakan sumber data yang dimiliki SBY.  “Jangan kita nodai dengan informasi-informasi yang menurut saya tidak bagus dan tidak mendidik ke bawah. Ada yang bilang 100 juta miskin di Indonesia,” kata Luhut, Selasa (31/7/2018).

Menurut Luhut, justru angka kemiskinan di Indonesia saat ini sudah menurun sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Luhut, jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 26 juta orang.

“Kalau katanya ada 100 juta miskin di mana 100 juta miskinnya, kita kan merujuk BPS yang bilang kemiskinan turun 9,82% atau setara 26 juta orang. Itu angka besar tapi tidak 100 juta,” ujar Luhut.(us)

Terbaru

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai mengikuti rapat membahas kesiapan Kampus UIII Cimanggis dengan Wakil Presiden RI Mar'uf Amin. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 11:23 WIB
Antisipasi Macet di Sekitar Proyek Kampus UIII Cimanggis
Pemkot Depok Usulkan Pelebaran Jalan Raya Bogor-Juanda