Saturday, 14 December 2019

Ini Maksud Pidato Jokowi Agar Relawan “Tidak Takut Berantem”

Minggu, 5 Agustus 2018 — 14:59 WIB
Presiden Jokowi saat  rapat umum di Sentul International Convention Center (SICC ),

Presiden Jokowi saat rapat umum di Sentul International Convention Center (SICC ),

JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo di hadapan puluhan ribu relawan dalam rapat umum di Sentul International Convention Center (SICC ),  Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2018) menuai kontroversi. Video pidato Jokowi kepada relawan yang menyerukan ‘berani berantem’ beredar luas melalui media sosial dinilai tidak pantas.

Dalam video potongan pidato berdurasi satu menit itu, Jokowi awalnya meminta relawan untuk tidak saling menebar permusuhan dan kebencian. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian meminta relawannya untuk tidak takut ‘berantem’ jika mendapatkan ajakan ‘berantem’.

“Jangan membangun permusuhan. Jangan membangun ujaran-ujaran kebencian. Jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem, juga berani,” ujar Jokowi dalam potongan video, yang disambut gemuruh tepuk tangan relawan saat itu.

Sebenarnya, ‘bocornya’ isi pidato Jokowi kepada relawan sudah diantisipasi panitia rapat umum. Sebelum acara dimulai, panitia menyampaikan media hanya diberi waktu lima menit untuk meliput pidato Jokowi di dalam ruang pertemuan. Pidato ‘berani berantem’ itu terjadi setelah para awak media keluar ruangan pertemuan.

Panitia, melalui pembawa acara juga mewanti-wanti peserta rapat umum sejak awal agar tidak melakukan pengambilan gambar dan melakukan video streaming saat Jokowi berpidato. Permintaan tersebut berulang kali diserukan pembawa acara.

Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi usai acara sempat mengakui pidato ajakan untuk tidak takut jika diajak ‘berantem’ sesuatu yang sensitif dilakukan di depan media.

Karena itu media diminta meninggalkan ruangan saat Jokowi baru lima menit berpidato.

“Gak ada rahasia juga yang disampaikan presiden. Presiden hanya sampaikan relawan-relawan siap berkelahi jika diajak berkelahi tapi jangan memulai perkelahian. Mungkin sangat sensitif disampaikan Pak Presiden di depan media. Kita sampaikan itu memang sensitif,” ujarnya saat konferensi pers usai rapat umum digelar, Sabtu (4/8/2018).

Meski tanpa diliput awak media, ternyata potongan pidato Jokowi menyebar melalui media sosial. Isi pidato tersebut saat ini menjadi bahan obrolan dan dinilai kontroversi karena disampaikan seorang presiden.(ikbal/tri)