Monday, 21 October 2019

Alasan Warga Tolak Wacana Pemberlakuan Ganjil – Genap di Depok

Rabu, 8 Agustus 2018 — 11:53 WIB
Kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Margonda Raya Depok yang terjadi setiap hari. (anton)

Kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Margonda Raya Depok yang terjadi setiap hari. (anton)

DEPOK  – Warga dan pengendara di Kota Depok menolak wacana pemberlakukan plat nomor kendaraan ganjil genap di Jalan Raya Margonda, Depok. Mereka minta Walikota Depok fokus terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai masih banyak kekurangan.

“Masalah di Depok sudah cukup banyak mulai kemacetan, kepadatan arus lalu lintas, menyempitnya lahan resapan air atau situ, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Mana hasil pembangunan jalan baru dari pemerintahan Depok sekarang,” kata Yudi Setiawan, warga Depok II Tengeh, Sukmajaya, Rabu (8/8/2018).

Warga menganggap, masih banyak yang harus diselesaikan Walikota Depok kaitan masalah infrastruktur jalan seperti pelebaran Jalan Raya Nangka, Cimanggis, penutupan jalan masuk kantor Kec. Limo oleh warga yang mengaku ahli waris, pelebaran jembatan Ratujaya, pelebaran Jalan Raya Sawangan hingga Jalan Raya Muhtar, pemanfaatan Jalan alternatif sejajar rel dan lainnya.

Rencana pemberlakukan ganjil genap di Jalan Raya Margonda, tambah dia, jangan menjadi lempar tanggung jawab sebagai salah satu program pembangunan atau kampanye saat pemilihan walikota tiga tahun lalu. “Saya yakin warga Depok banyak yang menolak rencana itu,” tuturnya kesal.

Sementara itu, Dudung, warga Beji, melihat wacana pemberlakuan ganjil genap harus dikaji lebih jauh, baik kesiapan sarana jalan lain maupun pengertian masyarakat Kota Depok karena akan berdampak ke jalan utama maupun lingkungan yang ada.

Melihat kondisi jalan yang hanya itu-itu saja dipastikan semua jalan utama dan lingkungan atau alternatif di daerah perbatasan bakal terjadi kemacetan cukup parah, tuturnya baik di Jalan Raya Juanda, Jalan Raya Tanah Baru, Jalan Raya Tole Iskandar, Jalan Raya Kartini, Jalan Raya Pramuka (Gandul), Jalan Raya Cinere (Masjid Kubah Emas), Jalan Raya Sawangan dan lainnya.

 

Upaya Kurangi Kemacetan

Rencana pemberlakuan aturan ganjil genap, memang pernah diutarakan Walikota depok, Muhammad Idris beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut sebagau upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Depok.

“Itu salah satu cara dan masih wacana serta perlu dikaji lebih jauh maupun cermat sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan di Jl. Raya Margonda khususnya saat hari Sabtu maupun Minggu,” ucap Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Dishub setempat A. Manggala beberapa hari lalu.

Namun, wacana itu tentunya harus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Polres Depok, Dishub Depok dan pakar lalu lintas lainnya sehingga dapat merumuskan kajian tersebut. (anton/mb)