Friday, 15 November 2019

Ahli Waris Anggota PPSU Pasar Minggu Terima Santunan Kematian Rp24 Juta

Selasa, 14 Agustus 2018 — 17:37 WIB
Isteri Almarhum  Witno anggota PPSU  menerima santunan Kematian dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang jakarta Mampang Tonny Tanamal.(Ist)

Isteri Almarhum Witno anggota PPSU menerima santunan Kematian dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang jakarta Mampang Tonny Tanamal.(Ist)

JAKARTA – Keluarga alm. Witno, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pasar Minggu menerima santunan kematian sebesar Rp24 juta dari BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan santunan Jaminan Kematian dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mampang Tonny Tanamal pada  Apel Pagi hari Senin, tanggal 13 Agustus 2018 di halaman Kantor Kecamatan Pasar Minggu.

Dalam penyerahan santunan yang disaksikan Camat Pasar Minggu Agus Irwanto dan Lurah Pasar Minggu Syopwani, Tonny mengatakan Alm. Witno tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Januari 2018. Total santunan yang diterima oleh ahli waris adalah sebesar Rp. 24.000.000.

”BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum. Semoga santunan dari BPJS Ketenagakerjaan ini dapat bermanfaat bagi ahli waris untukmengurangi beban keluarga karena Almarhum merupakan tulang punggung keluarga,” ujar Tonny.

Kepada masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi, Tonny mengingatkan  untuk melindungi diri dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Keikutsertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk kepedulian dan kesadaran apabila terjadi resiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia. Santunan ini merupakan salah satu wujud dan peran nyata kehadiran negara/pemerintah dalam melindungi seluruh warga negara Indonesia. Dengan adanya jaminan ini, kita ingin pekerja dan keluarganya merasa lebih aman akan nasib mereka,” tutur Tonny.

Saat ini, lanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik dengan perangkat pemerintahan maupun pedagang binaan Suku Dinas KUMKMP yang ada di lokasi usaha sementara atau lokasibinaan.

Dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi diharapkan dapat bekerja lebih produktif karena merasa aman dan nyaman karena telah terlindungi dari resiko-resiko sosial ekonomi yang mungkin dialami.

Selain santunan Jaminan kematian, BPJS Ketenagakerjaan selaku penyelenggara program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan juga memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program JKK memberikanmanfaat berupa pengobatan dan perawatan sesuai indikasi medis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, santunan dan Program Return To Work.

“Jika terjadi resiko meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka ahli waris pekerja berhak menerima santunan yang besarnya setara dengan 48x upah. Jika terjadi resiko kematian bukan karena kecelakaan kerja, ahli waris dapat menerima Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 24.000.000, yang ditambah dengan beasiswa kepada 1 orang anak sebesar Rp. 12.000.000 dengan syarat minimal kepersertaan 5 tahun,” pungkasnya.(tri)