Monday, 16 December 2019

Ketua DPRD DKI Tolak Sewa Rusun Naik

Jumat, 17 Agustus 2018 — 18:15 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Anggota DPRD DKI menolak rencana Pemprov DKI mennaikkan tarif sewa rumah susun. Pasalnya bila tidak mampu membayar, penghuni rusun berpotensi kembali ke bantaran kali.

“Saya meminta pemprov membatalkan kenaikan tarif rusun tersebut, “kata H. Prasetio Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Menurut Prasetio, kenaikan tarif sewa rumah susun, terutama bagi warga khusus dari eks bantaran kali tidak manusiawi. Dia khawatir warga khusus itu yang sudah tenang di rusun bisa balik lagi ke bantaran kali.

“Mestinya tiap masalah yang berhubungan dengan pungutan uang kepada warga dikonsultasikan dengan dewan, “katanya.

Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif sewa 15 rumah susun sewa (rusunawa) di DKI Jakarta. Tarif rusun yang dinaikkan tak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga untuk kelas paling bawah yakni masyarakat terprogram.

Rusun yang dinaikkan yakni Rusun Sukapura, Rusun Penjaringan, Rusun Tambora IV, Rusun Tambora III, Rusun Flamboyan/Bulak Wadon, Rusun Cipinang Muara, Rusun Pulo Jahe, dan Rusun Tipar Cakung.

Kemudian juga Rusun Tambora I dan II, Rusun Pondok Bambu, Rusun Jatirawasari, Rusun Karang Anyar, Rusun Marunda, Rusun Kapuk Muara, Rusun Cakung Barat, Rusun Pinus Elok, dan Rusun Pulogebang. Persentase kenaikan rata-rata 20 persen.(john/b)