Friday, 15 November 2019

Gebyar Budaya Betawi Jaktim Mulai dari Kuliner Hingga Stand up Comedy

Jumat, 24 Agustus 2018 — 19:11 WIB
walikota Jakarta Timur M. Anwar usai membuka kegiatan gebyar budaya Betawi. (Ifand)

walikota Jakarta Timur M. Anwar usai membuka kegiatan gebyar budaya Betawi. (Ifand)

JAKARTA – Untuk melestarikan budaya Betawi di wilayahnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menggelar Gebyar Budaya Betawi di Cipayung. Kegiatan yang penuh dengan kebudayaan hingga kuliner Jakarta ini akan berlangsung hingga 26 Agustus mendatang.

Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, kegiatan yang digelar Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur untuk melestarikan kebudayaan Betawi. “Melalui kegiatan ini juga, diharapkan bisa meningkatkan roda perekonomian di Jakarta Timur,” katanya, Jumat (24/8).

Gebyar Budaya Betawi yang digelar, kata Anwar, diyakini bisa mengangkat potensi wilayahnya. Pasalnya, baik seni budaya, kuliner hingga kegiatan yang kental dengan Betawi, ditampilkan dalam gebyar tersebut. “Karena itu, kami berencana agar kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Anwar.

Dengan rutinnya kegiatan tersebut, Anwar meyakini bisa mensejahterakan masyarakat di Jakarta Timur. Pasalnya, warga nantinya bisa menyiapkan kuliner khas Betawi untuk dijual dalam kegiatan tersebut. “Seperti ini bisa mengangkat ekonomi kerakyatan dan bisa melestarikan budaya Betawi, makanya harus didukung terus,” ungkapnya.

Sementara itu Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur, Iwan Wardhana menambahkan, kegiatan akan berlangsung dari hari Jumat hingga hari Minggu besok.

Beberapa lomba seperti lomba kuliner, stand up comedy, kerajinan tangan dan palang pintu digelar. “Untuk lomba kuliner ini menunya harus khas Betawi, seperti sayur asam,gabus pucung dan sebagainya,” paparnya.

Menurutnya, dalam lomba kuliner ini diikuti oleh 37 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan enam personil. Demikian halnya lomba kerajinan tangan diikuti 20 grup masing-masing kelompok enam orang. “Sementara untuk lomba palang pintu diikuti 11 kelompok dan stand up comedy diikuti 24 peserta,” pungkasnya. (Ifand/M1/win)