Tuesday, 22 October 2019

Gerindra: Soal Ancaman ke Andi Arif, Bukan dari Parpol Pro Prabowo

Jumat, 24 Agustus 2018 — 22:14 WIB
Andi Arief, eks Wasekjen Partai Demokrat.

Andi Arief, eks Wasekjen Partai Demokrat.

JAKARTA – Sinyalemen Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa ada  dugaan mahar Rp 1 triliun dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS masih berbuntut panjang. Terbetikisu Andi Arif mendapat ancaman. Namun, pihak Partai Gerindra menegaskan ancaman itu bukan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Terhadap isu yang saya terima tadi malam bahwa salah satu ketua DPD partai politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir,” ujar Andi dalam keterangannya, Jumat (24/8/2018).

Andi mengaku sangat khawatir soal isu ancaman tersebut. Terlebih, ancaman itu berupa fisik.  “Sejak dulu saya paling takut menghadapi ancaman fisik ini karena itu lebih baik saya menghindar,” ucap Andi.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman memastikan ancaman itu tidak berasal dari parpol pendukung Prabowo-Sandiaga. Habiburokhman mengaku sudah mengecek ke empat partai pendukung Prabowo-Sandiaga.

“Jadi kalau soal ancaman, clear saya sudah cek tidak dari kubu empat partai tersebut, Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, tidak dari situ. Kita nggak tahu dari mana. Sudah saya cek semua,” ujar Habiburokhman di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).

Habiburokhman mengatakan Andi Arief tidak menceritakan secara rinci mengenai adanya ancaman tersebut. Dia tak tahu-menahu asal ancaman itu.

“Oh nggak ada, Andi Arief nggak ceritakan ke saya, yang jelas saya cek keempat partai tersebut tidak ada sama sekali ancaman kepada Pak Andi Arief. Saya nggak tahu kalau dari partai mana,” sambungnya.

Andi Arief sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan Bawaslu sebagai saksi soal dugaan itu. Bawaslu berharap Andi memenuhi panggilan Senin (27/8) pekan depan.

“Kalau tidak salah sudah tiga kali (pemanggilan), tapi kita hormati. Senin (26/8) kita harapkan hadir, mudah-mudahan nggak menunda lagi,” ujar Ketua Bawaslu Abhan, di Kantor Bawaslu, Jumat (24/8).

(*/win)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung