Saturday, 19 October 2019

Ditonton Tiga Menteri, Ganda Campuran Tenis Indonesia Raih Medali Emas

Sabtu, 25 Agustus 2018 — 17:32 WIB
Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi seleberasi kemenangan

Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi seleberasi kemenangan

PALEMBANG – Indonesia kembali mendulang medali emas Asian Games 2018. Tambahan emas ini didapat dari cabang olahraga tenis setelah ganda campuran Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi memenangkan laga final, Sabtu (25/8/2018).

Christo/Aldila menang atas duet Thailand, Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana. Kemenangan diperoleh melalui rubber set dan Christo/Dila unggul super tie-break 4-6, 7-5, 7-10, di Lapangan Tenis Jakabaring Sport City (JSC-Tennis Court), Palembang, Sumatera Selatan.

Disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta ratusan penonton yang memadati tribun JSC-Tennis Court, Christo/Aldila bermain luar biasa.

Christo/Aldila sejak awal pertandingan menunjukkan permainan yang apik. Meski sempat tertinggal 1-0 pada set pertama, pasangan Merah Putih itu berhasil mengejar ketertinggalan.
Teriakan dan nyanyian penonton yang tak pernah berhenti mampu memberikan semangat dan dukungan terhadap Christo/Aldila.

Unggulan kesebelas Asian Games ini pun terus mendulang angka demi angka hingga akhirnya berhasil memenangkan set pertama dengan skor 6-4.

Babak kedua berjalan, pertandingan kembali berjalan seru dan menegangkan. Namun pada set kedua ini, Christo/Aldila kalah tie-break 7-5.

Pertandingan mesti dilanjutkan dengan rubber set. Suasana di lapangan semakin menegangkan. Kedua pasangan terus kejar mengejar skor. Namun stadion langsung bergemuruh setelah Christo/Aldila memastikan kemenangan Indonesia dengan unggul super tie-break 10-7.

Dengan ini, Indonesia kini mengemas 38 medali (10 emas, 12 perak dan 16 perunggu. Meski begitu, posisi Indonesia masih tertahan di bawah Iran yang mengemas 34 medali (14 emas, 11 perak, dan 9 perunggu).

Peringkat satu masih dikuasai China dengan perolehan 149 medali (71 emas, 49 perak dan 29 perunggu). Peringkat 2 dan 3 dipegang oleh Jepang dan Korea Selatan. (julian/b)