Sunday, 17 November 2019

Penantian 28 Tahun Medali Emas dari Tenis Ganda Campuran

Sabtu, 25 Agustus 2018 — 21:21 WIB
Pasangan petenis Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi

Pasangan petenis Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi

PALEMBANG – Medali emas yang diraih pasangan petenis Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat/Aldila Sutjiadi pada Asian Games 2018 merupakan yang pertama sejak 16 tahun silam dari cabang olahraga (cabor) tenis atau secara khusus 28 tahun penantian dari nomor ganda campuran.

Christo/Aldila berhasil kembali mempersembahkannya usai menang atas duet Thailand, Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum, dengan skor 6-4, 5-7 dan 10-7, pada laga final di Lapangan Tenis Jakabaring Sport City (JSC-Tennis Court), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8/2018).

Terakhir Indonesia merebut medali emas dari nomor ganda campuran tenis melalui pasangan Yayuk Basuki/Suharyadi pada Asian Games 1990 di Beijing, China.

Cabor ini sudah cukup lama berpuasa usai mendapat emas terakhir dari nomor beregu putri dan perak dari nomor ganda putri pada Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar menyatakan, pencapaian Christo/Aldila Sabtu (25/8/2018) petang sedikit mengejutkan. Sebab, target awal cabor tenis hanyalah medali perunggu dari nomor ganda campuran. Namun Christo dan Aldila justru sukses mempersembahkan medali emas.

“Sebelum berangkat ke sini kami ditanya targetnya apa? Ya kami jawab dari cabang double, eh ternyata medalinya yang paling tinggi adalah emas, tenis (ganda campuran) menyumbang tahun 1990, 28 tahun yang lalu dan ini luar biasa,” katanya, selepas pertandingan.

Christo/Aldila berhasil melewati babak final dengan hasil manis. Mereka berjuang keras merebut medali emas.

Disaksikan tiga menteri, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, serta Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan juga ratusan penonton yang memadati tribun JSC-Tennis Court, Christo/Aldila bermain luar biasa.

Sempat tertinggal lebih dulu, ganda campuran andalan Indonesia itu kemudian mampu meraih empat poin secara beruntun sebelum akhirnya menang 6-4 pada set pertama.

Jalannya pertandingan pun cukup seru dan menegangkan. Set kedua, meski menekan sejak awal dan sempat memimpin 2-0, pasangan Sonchat/Luksika berhasil menyamakan point 2-2. Saling mengejar skor pun terjadi, sebelum akhirnya dimenangkan duet Negeri Gajah Putih, dengan skor 5-7.

Kedudukan imbang 1-1 memaksa pertandingan berlanjut ke masa super tie break. Christo/Aldila yang tampil lebih siap mampu mengendalikan permainan sejak awal dan memenangkan pertandingan, 10-7.

Suporter yang sejak awal pertandingan memberikan dukungan dengan menyanyikan yel-yel dan tepuk tangan sontak berteriak histeris menyambut kemenangan Aldila/Christo. Tak terkecuali Gubernur Sumsel dan ketiga menteri yang hadir tersebut. Christo/Aldila pun berselebrasi dengan kompak berlari memutari lapangan sambil mengibarkan bendera merah putih. (julian/b)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama