Friday, 06 December 2019

1000 Napi di Jakarta Boleh Ikut Memilih Pada Pemilu 2019

Minggu, 2 September 2018 — 0:59 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Sekitar 1000 narapidana masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU DKI Jakarta. Mereka termasuk dari sekitar 7,2 juta pemilih di DKI Jakarta yang ditetapkan.

Ketua Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi DKI Jakarta, Partono mengatakan, napi tersebut sudah diverifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dan disesuaikan dengan domisili napi.

“Pemilih yang sudah diverifikasi kemudian dimasukkan dalam daftar tetap, ada sekitar 967 orang, ” kata Partono, Sabtu (1/9/2018). Sedangkan napi dari lapas luar daerah akan dimasukkan dalam daftar pemilih tetap tambahan.

Sementara untuk penghuni panti sosial, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos menjelaskan bahwa KPU Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap penghuni panti sosial yang memiliki gangguan jiwa (psikotik).

“Penghuni panti jenis psikotis yang didaftarkan dalam DPT adalah mereka yang telah direkomendasikan oleh Dokter. Saat ini TPS di panti sosial berjumlah 3 yaitu 2 di Jaktim dan 1 di Jakbar, selebihnya pemilih panti sosial terdaftar di TPS warga terdekat” kata Betty.

Jumlah pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT sebanyak 7.211.891 pemilih dengan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 3.596.640 pemilih dan perempuan 3.615.251 pemilih yang tersebar di 6 kota dan kabupaten di Jakarta. Jumlah TPS yang akan ada DKI Jakarta sebanyak 28.243 TPS.(john/ta/ird)