Friday, 18 October 2019

Gelandangan, Pengemis dan PMKS Lain Meningkat Usai Asian Games

Jumat, 7 September 2018 — 19:16 WIB
Petugas P3S sedang melakukan penjagaan di perempatan Lampu merah Mampang Prapatan. (wandi)

Petugas P3S sedang melakukan penjagaan di perempatan Lampu merah Mampang Prapatan. (wandi)

JAKARTA – Pasca ajang olahraga bergengsi Asian Games 2019, tren Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di wilayah Jakarta Selatan mengalami peningkatan.

Makanya saat ini seluruh Satgas Satgas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S), Sudin Sosial, Jakarta Selatan dikerahkan sejumlah titik terutama perempatan lampu merah.

Para petugas P3S ini selain ditugaskan untuk mengawasi PMKS yang berkeliaran mereka juga di wajibkan bersama petugas mengatur lalu lintas.

Memang pasca Asian Games, ini tren PMKS di wilayah Jakarta Selatan mengalami kenaikan. Makanya seluruh Satgas yang akan kami kerahkan di titik-titik rawan seperti peremparan lampu Merah,”terang Kasudin Sosial Murdisin, Jumat (7/9).

Menurutnya, pada Bulan Juli 2018 pihaknya dalam satu bulan mengamankan PMKS sebanyak 104 orang, untuk bulan Agustus 2018 menjaring sebanyak 110 orang. Sedangkan untuk bulan September 2018 ini selama satu minggu ada sebanyak 21 orang.

Dari jumlah tersebut paling banyak yang terjaring adalah gelandangan, pengemis, orang gila  pengemen dan orang-orang terlantar. “Saat ini mereka yang kami jaring itu sudah dibawa ke Panti Sosial Cipayung dan Kedoya untuk menjalani rehabilitas,”tambahnya.

Saat ini kata Mursidin, pihaknya terus melakukan pengawasan bukan hanya di perempatan lampu merah saja. Tapi juga di pemukiman warga dan jalan-jalan yang dianggap sebagai tempat mangkal PMKS.

Sementara itu, Puput,22, salah seorang mahasiswi  yang sering melewati kawasan terminal Blok M merasa senang dengan adanya petugas P3S yang sering berada di lampu merag. Bahkan dirinya juga pernah melihat petugas dinas sosial melakukan razia di terminal Blok M. ‘

“Meski jalan malam kami tidak merasa takut karena para petugas ini menjafa di lampu merah sampai malam hari sehingga benar-benar terbebas dari PMKS. Makanya kami berharap program ini dilanjutkan kalau perlu para petugas ini ditempatkan sampai pagi,”pinta Puput.

Hal senada juga dingkapkan oleh Ari,35 karyawan salah satu perusahaan di kawasan Sudirman Tamrin. Menurutnya, selama ini setiap kali naik Metromini selalu ada pengamen anak kecil

“iya, di Blok M masih ada pengamen anak kecil yang suka duduk di pintu keluar bis, kalo malem juga kadang ada gelandangan tidur. Ia berharap ada tindakan dari dinas sosial agar kawasan lingkungan di Blok M menjadi lebih tertib,”ujar Ari. (wandi/M3)