Thursday, 05 December 2019

Parkir Liar Marak, Sudin Perhubungan Buat Aplikasi Laporan Warga

Sabtu, 8 September 2018 — 8:50 WIB
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan tunjukkan stiker aplikasi  Siparlibasi).(ifan)

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan tunjukkan stiker aplikasi Siparlibasi).(ifan)

JAKARTA – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur meluncurkan Sistem Informasi Pelaporan Parkir Liar Berbasis Aplikasi (Siparlibasi).

Hal itu untuk membersihkan parkir liar yang selama ini marak karena dilegalkan UP Perparkiran dengan mengubah fungsi jalan dan trotoar.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, aplikasi Siparlibasi ini untuk mempercepat laporan warga akan adanya parkir liar.

Dari laporan ini, petugas akan langsung menindaknya dengan cara penderekan atau tilang. “Warga yang selama ini melihat parkir liar, bisa segera laporkan untuk kami tindak,” katanya, Jumat (7/9/2018).

Aplikasi Siparlibasi, kata Dahlan, dapat diunduh menggunakan handphone android melalui google playstore. Dihimbau masyarakat yang resah atau menemukan parkir liar dapat melaporkannya langsung melalui aplikasi. “Upaya yang kami lakukan ini untuk menindaklanjuti dengan segera laporan yang diberikan warga,” ujarnya.

spanduk2

Untuk mensukseskan Aplikasi Siparlibasi, sambung Dahlan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan membagikan 500 lembar stiker dan memasang 10 spanduk. Pemasangan stiker dilakukan di kawasan percontohan tertib lalu lintas di kawasan Stasiun Jatinegara. “Dengan sosialisasi ini diharapkan warga semakin tahu dan bisa memanfaatkan aplikasi ini,” ungkapnya.

Peluncuran aplikasi yang dilakukan Sudin Perhubungan Jakarta Timur ini, tampaknya kurang mendapat dukungan dari UP Perparkiran. Pasalnya, parkir liar yang selama ini ada, malah dilegalkan oleh unit Dinas Perhubungan yang mengurusi parkir.

Belum lama ini, Polsek Kramatjati dan Petugas lalulintas menertibkan parkir liar yang memanfaatkan trotoar di jalan Dewi Sartika. Kala itu, si pengelola parkir atas nama H. Andi, mengaku kerap menyetorkan uang upeti ke oknum petugas UP Perparkiran. “Saya setor ke petugas dishub berinisial S, atas usaha parkir saya ini,” ungkapnya kala itu. (ifand/tri)