Saturday, 14 December 2019

Bandar Sabu Dikendalikan Penghuni Lapas Diamankan

Kamis, 13 September 2018 — 23:29 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry  Kurniawan  saat meberikan keterangan pers

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan saat meberikan keterangan pers

TANGERANG – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota membekuk satu pengedar narkoba jaringan Tangerang-Jakarta Timur dan mengamankan sabu seberat 1.525 gram.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari laporan warga bahwa terdapat aktivitas dan beredarnya jual beli narkotika di wilayah Neroktog, Kelurahan Pinang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Lanjutnya, polisi lalu menangkap tersangka HY di kediamannya di Cipondoh, Kota Tangerang.
“HY merupakan residivis dengan kasus yang sama di tahun 2013. Pelaku juga merupakan jaringan Tangerang-Jakarta Timur, yang diduga dikendalikan oleh seorang narapidana di lapas,” ujar Harry di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (13/9/2018)

Menurut Harry, pelaku telah menjual lebih dari 4 Kg sabu di wilayah Tangerang dan Jakarta.

Selain meringkus pelaku, Harry menambahkan, petugas juga mengamankan enam paket sabu yang siap edar di tempat tinggal HY yang didapatkan pelaku dari RB (buron).

“Pelaku ini merupakan bandar besar dan cara mengedarkannya melalui orang-orang yang menjadi bawahanya hingga mereka kembali menjual ke pengecer. Dari pengakuan pelaku, wilayah dijual barang haram itu di wilayah Jaktim, Jakbar, dan Kota Tangerang. Untuk RB sendiri, masih kami kejar,” jelas Harry.

Hasil pemeriksaan sementara, Harry menjelaskan, pelaku pun diduga memasok barang haram tersebut ke Lapas Tangerang.

“Baru kemarin kita tangkap, masih kita dalami apakah ada kaitannya HY ini dengan yang ada di Lapas Tangerang. Selain itu, kita juga sedang dalami bandar di atasnya apakah ada jaringan internasional atau jaringan-jaringan besar lainnya,” papar Harry.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti narkoba seberat 1.525 gram, yang dikemas oleh pelaku di dalam empat kotak bungkus kue dan tiga kantong plastik teh.

“Tersangka kami tangkap dan dikenakan UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 dan 112 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal seumur hidup,” kata Harry.

Pelaku HY mengatakan, dirinya terpaksa mengedarkan barang haram tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Setelah saya keluar penjara waktu itu, saya bekerja di tempat penjualan baju. Tapi tidak bisa menutupi hidup sehari-hari. Jadi saya kembali mengedarkan itu,” ucap HY. (Imam/b)