Wednesday, 11 December 2019

Di Kubu Inilah Mahfud MD Kini Berlabuh

Senin, 17 September 2018 — 22:53 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (cw4)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (cw4)

JAKARTA – Mahfud MD  sempat diperebutkan dua kubu yang akan berlaga di Pilpres 2019, yakni kubu Prabowo Subianto –Sandiaga Uno, dan kubu Jokowi – KH Ma’ruf Amin.

Kini, ternyata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD itu sudah berlabuh dan menentukan pilihan. Ia memilih bergabung dengan kubu ‘Gerakan #2019Pilpres Ceria’,  acara deklarasi dan diskusi di Surabaya, Senin (17/9). Dalam kesempatan itu, Mahfud ingin agar Pilpres 2019 berjalan dengan ceria tanpa adanya dendam kesumat.

“Jangan sampai menanamkan dendam kesumat. Jadi kami yang menggagas pilpres (berjalan -red) ceria, yang mana rakyat bisa memilih sesuai neraca (pandangan -red) mereka masing-masing,” jelasnya di lokasi, Senin (17/9). Acara ini juga turut dihadiri Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ustaz Yusuf Mansur, dan pengamat ekonomi Faisal Basri.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengajak masyarakat maupun pendukung kandidat paslon capres – cawapres untuk menyambut Pilpres 2019 dengan cara yang elegan dan tidak mengorbankan persatuan dan kesatuan yang telah terbangun selama ini.

“Kita lakukan dengan cerdas dan kegembiraan. Bukan saling tuding dan memecah belah. Karena kita mau punya punya pemimpin yang ditetapkan secara konstitusi, entah pemimpin yang lama dipilih kembali atau pemimpin baru terserah rakyat saja,” jelasnya.

Menurut Mahfud, Prabowo – Sandiaga dan Jokowi – Ma’ruf Amin sudah memenuhi kriteria sebagai calon pemimpin bangsa. Sehingga masyarakat dapat memilih sendiri sesuai dengan pandangan politiknya masing-masing.

“Coba sekarang, taruhlah dua calon, Prabowo – Sandi, Jokowi – Ma’ruf Amin, itu kalau mau dipiih sangat baik enggak? Tentu ada kelebihannya dan kekurangannya semua. Tapi harus dipilih karena negaranya harus jalan,” jelas Mahfud.

Oleh karena itu, Mahfud mengajak masyarakat untuk tak golput dan menggunakan hak suaranya untuk memilih di Pilpres 2019. Golput, kata Mahfud, bukanlah suatu keputusan yang baik, karena berpengaruh besar pada keberlangsungan negara lima tahun mendatang.

“Kalau keduanya anda anggap baik, pilih yang lebih baik. Kalau anda anggap jelek, pilih yang jeleknya lebih sedikit. Tetap harus milih, jangan golput. Golput itu hanya menguntungkan kaum penjahat. Kalau seperti ini nanti yang pragmatis dan jelek yang akan milih dan lebih jadi penentu,” tegas Mahfud.

“Yang dipertaruhkan di dalam pemilu ini Indonesia sebagai negara sekaligus sebagai bangsa. Jangan sampai hancur berantakan hanya karena pemilu lima tahunan,” imbuhnya.

Namun terkait pilihan politiknya di Pilpres 2019, Mahfud mengaku masih merahasiakan. Mahfud akan membeberkan pilihan politiknya di waktu yang tepat. “Nantilah, kalau sudah dibutuhkan, akan saya sampaikan. Kalau sekarang jangan dulu,” ujarnya. (win)