Monday, 18 November 2019

Ijtima Ulama Pro Prabowo, Jokowi: Dukung-mendukung Harus Adil

Senin, 17 September 2018 — 21:18 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri pembekalan kepada bakal calon legislatif Partai Perindo, di Jakarta, Senin (17 /9).(ist)

Presiden Jokowi saat menghadiri pembekalan kepada bakal calon legislatif Partai Perindo, di Jakarta, Senin (17 /9).(ist)

JAKARTA  – Calon Presiden (capres) incumbent Joko Widodo (Jokowi) pun mengaku tak mempermasalahkan keputusan Ijtima Ulama II yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Namun demikian, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kegiatan dukung-mendukung dalam Pemilu harus dilakukan dalam konteks yang sehat dan fair (adil) . Dengan demikian, masyarakat bisa menjadi semakin dewasa dan matang dalam berpolitik.

“Kemudian juga masyarakat bisa menguji ide, menguji gagasan, menguji program yang disampaikan atau yang telah dilaksanakan,” kata Jokowi usai memberikan pembekalan kepada bakal calon legislatif Partai Perindo, di Jakarta, Senin (17 /9).

Menurut Jokowi, penyampaian ide, gagasan, dan program tersebut menurut Presiden penting untuk dilakukan agar demokrasi di Tanah Air semakin dewasa dan matang.

“Saya kira Pemilu ini adalah kontestasi gagasan, kontestasi hasil kerja, kontestasi prestasi, kontestasi rekam jejak,” lanjut mantan gubernur DKI ini.

Oleh karena itu, kata presiden,  dirinya menghimbau kepada semua pihak agar dalam Pemilihan Umum maupun Pemilihan Presiden 2019, tidak memakai isu sensitif seperti SARA ataupun dengan cara-cara fitnah.

“Saya kira (penggunaan isu SARA dan fitnah) tidak mendewasakan, tidak mematangkan demokrasi kita,” tandas Jokowi yang dalam acara iti didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(Johara/win)