Sunday, 17 November 2019

Presiden Jokowi Terima Kunjungan Senat Republik Ceko

Senin, 17 September 2018 — 14:15 WIB
Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan delegasi Senat Republik Ceko. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9). (ist)

Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kehormatan delegasi Senat Republik Ceko. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9). (ist)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan delegasi Senat Republik Ceko. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9/2018)

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi kedatangan para delegasi Republik Ceko yang disebutnya sebagai sahabat lama.

“Indonesia dan Republik Ceko adalah sahabat lama. Ceko adalah salah satu negara di Eropa yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Presiden juga memanfaatkan pertemuan ini untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Republik Ceko atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

“Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Republik Ceko untuk Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB 2019-2020,” ucapnya.

Selain itu, kedua pihak juga membicarakan kemungkinan kerja sama yang lebih erat bagi kedua negara di masa mendatang.

Usai  pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir  menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu delegasi Republik Ceko turut mengikutsertakan para pengusaha dari negaranya.

“Karena itu, Presiden mengatakan kita memiliki komitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Ceko,” ucap Fachir.

Kemudian, Fachir mengatakan, Indonesia juga meminta dukungan Republik Ceko atas produk-produk kelapa sawit dari Indonesia di pasar Eropa. Sebab hal itu terkait langsung dengan kurang lebih 17 juta petani kelapa sawit Indonesia.

Lebih jauh, beberapa hal lain juga dibicarakan kedua pihak seperti penjajakan kerjasama di bidang energi, industri otomotif, jaminan kesehatan, dan pendidikan.

Mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Johara/tri)