Wednesday, 11 December 2019

Sama Visi, PKS Kunjugi Tiga Partai Koalisi Pakatan Harapan di Malaysia

Selasa, 18 September 2018 — 9:49 WIB
Ketua Delegasi PKS Farouk Abdullah Alwyni bersama pimpinan salah satu pimpinan partai Koalisi Pakatan Harapan.(Ist)

Ketua Delegasi PKS Farouk Abdullah Alwyni bersama pimpinan salah satu pimpinan partai Koalisi Pakatan Harapan.(Ist)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  kunjungi  Tiga Partai Koalisi Pakatan Harapan Malaysia yang berhasil menumbangkan koalisi Barisan Nasional atau BN pada 9 Mei 2018, setelah berkuasa selama 60 tahun.

PKS  kini  memang tengah memperluas dan mengembangkan jaringan secara global.  Fakta yang terjadi di negeri Jiran itu dinilai  sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa.Inilah yang kemudian yang medorong PKS untuk melakukan lawatan ke beberapa partai yang tergabung dalam Pakatan Harapan (PH) pimpinan Datuk Mahatir Muhammad ke Malaysia, pada 6-7 September lalu.

Dalam lawatan pekan lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengirimkan delegasinya yang dipimpin oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA), MA, MBA selaku Head, Foreign Service and Public Diplomacy Bureau. Rombongan terdiri dari; Ahmad Zaki Sabewhi LC selaku Adviser PKS Malaysian Chapter, Ali Sofyan PhD selaku Coordinator of PKS Malaysian Chapter, Sapto Waluyo MM selaku Deputy Head, Planning Division, Teddy Surya Gunawan PhD selaku Head Asia Pacific Bureau, serta Umar Salim MM selaku General Secretary  Youth Division.

Ketua Delegasi, FAA dalam keterangannya Senin (17/9/2018) menjelaskan,  selain kebutuhan untuk mendengar langsung kesuksesan PH menumbangkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa selama setengah Abad lebih.

“Koalisi  PH juga  kami anggap memiliki kesamaan visi dengan PKS dalam hal keinginan untuk melaksanakan “good governance” di pemerintahan,” ujarnya.

Ketiga partai koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dikunjungi oleh Delegasi PKS dalam lawatannya adalah Partai Keadilan Rakyat (PKR), Parti Amanah Negara (Amanah) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM).

PKS sendiri, kata FAA, merasa terinspirasi oleh prestasi dari ketiga partai tersebut.  Pria yang juga dikenal sebagai Praktisi Keuangan Islam dan Dosen di sejumlah perguruan tinggi terkemuka ini menandaskan,  bahwa Pakatan Harapan (PH) mampu memenangkan pemilu di Malaysia dengan strategi-strategi jitu yang disusun dengan sangat baik oleh partai koalisi, di antaranya dengan mengangkat isu pajak GST yang di anggap memberatkan masyarakat Malaysia dan   isu persoalan korupsi dari pemerintahan sebelumnya.

“Tetapi yang lebih penting dari semua itu, di sini kita mencoba membangun jaringan komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH itu, dan masing-masing bisa saling belajar terkait kekuatan dan kelemahan dari masing-masing partai,” ujarnya. “Juga tak kalah penting adalah terkait upaya kita menyuarakan persoalan-persoalan yang dihadapi TKI kita di Malaysia, khususnya para TKI yang telah lama tinggal di Malaysia tetapi tidak mempunyai status yang jelas, atau yang di kenal dengan istilah TKI “irregular”, yang jumlah-nya cukup besar. Kita menyuarakan hal tersebut dalam pertemuan dengan ketiga partai yang tergabung dalam koalisi  Pakatan Harapan tersebut dengan sungguh-sungguh.(mb/tri)