Wednesday, 13 November 2019

Demi Jubir Prabowo-Sandi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Mundur dari PNS

Kamis, 20 September 2018 — 18:36 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mundur dari Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS),  karena menjadi koordinator juru bicara untuk pasangan calon presiden /wakil presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Saya sebagai Dosen Tetap ASN di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten yang mensyaratkan ASN harus netral, maka saya akan mengundurkan diri sebagai ASN, ‘ tegas Dahnil, di Jakarta, Kamis (20/9) sore.

Ia menambahkan pilihan untuk mendukung Prabowo-Sandi setelah Salat Istikhoroh berdoa minta petunjuk Allah SWT,  dan berdiskusi panjang dengan keluarga, sahabat dan para senior di Muhammadiyah dan di luar Muhammadiyah.

“Saya akhirnya memutuskan untuk menerima ajakan Pak Prabowo dan Pak Sandi  menjadi Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan keduanya untuk Pemilu Presiden 2019 ,,”  ujar Dahnil.

Menurut Dahnil,  dirinya menangkap rekam jejak Prabowo yang mencerminkan sikap patriotisme yang tinggi, loyalitas terhadap negara yang rela berikan sepenuhnya kepada negara, bahkan rela difitnah sebagai pelanggar HAM meski tidak satu pun pengadilan yang menghukumnya.

“Sebab tuduhan terhadap Prabowo selama ini hanyalah  fitnah dan  politik stigmatisasi terhadap beliau. Jadi, saya justru melihat dengan komitmen kuat dan loyalitas dan patriotisme yang tinggi terhadap negara tersebut pada diri Prabowo,” Dahnil menjelaskan.

Dahnil juga menilai Prabowo yang akan menjadi presiden dengan kepemimpinan yang tidak akan mampu dikontrol oleh siapa pun, dan tidak akan diatur  oleh cukong atau korporasi asing dan negara asing. Kita butuh sosok seperti itu di tengah cengkraman bandit ekonomi yang nyaris tanpa kontrol. (Johara/win)