Wednesday, 23 October 2019

Miliki 1,3 Ton Ganja, Lima Terdakwa Dituntut Mati

Kamis, 20 September 2018 — 18:58 WIB
Lima terdakwa kasus narkotika kelas satu dituntut hukuman mati (m5)

Lima terdakwa kasus narkotika kelas satu dituntut hukuman mati (m5)

JAKARTA – Lima terdakwa kasus narkotika kelas satu dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018) sore.

Terdakwa Riszki Albar, Gardawan alias Anto, Frengky Simburian, Johaness Christian, dan Ade Susilo saat diaili membawa pengacaraa masing-masing.

Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Agus Setiawan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kurniawan menyebut pertimbangan tuntutan hukuman mati tersebut menyangkut masa depan generasi Indonesia. “Perbuatan mereka otomatis merusak generasi bangsa jika barang ini beredar,” tambahnya.

Kurniawan menyebut, pasal yang didakwakan yakni Pasal 114 Ayat (2) jo. Pasal 132 Ayat (1) UU no.35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Sesaat sesudah jaksa membacakan tuntutan, kelima terdakwa diberi kesempatan oleh Hakim Ketua untuk berkonsultasi kepada masing-masing kuasa hukumnya.

Hakim memberikan waktu seminggu kepada penasehat hukum dan terdakwa untuk menyusun keterangan meringankan tuntutan pada rabu (26/9/2018) “Kalau sampai ada penundaan atau telat kami tidak bisa banyak berbuat, ” ujar Ketua Majelis Hakim Agus Setiawan

Terlihat wajah mereka berair, sesekali satu di antara kelima terdakwa sesenggukan sambil memegangi hidung.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum mengatakan terdakwa mendapatkan pasokan ganja dari Aceh. Frengky dan Cristian berangkat ke Aceh untuk mengambil ganja. Ganja kering dibawa melalui mobil box menuju Jakarta dibungkus 1.300 paket berisi 1kg ganja atau total sebanyak 1,3 ton.(m5/b)