Saturday, 14 December 2019

Fadli Zon: Mahasiswa Agen Perubahan Perjalanan Bangsa

Sabtu, 22 September 2018 — 12:42 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon, bersama calon anggota DPD DKI Jakarta Dailami Firdaus, dan mantan 
Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault saat menghadiri kuliah perdana mahasiswa UIA. (johara)

Wakil Ketua DPR Fadli Zon, bersama calon anggota DPD DKI Jakarta Dailami Firdaus, dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault saat menghadiri kuliah perdana mahasiswa UIA. (johara)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, memberikan kuliah umum pada pelantikan mahasiswa baru dan kuliah perdana Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) Tahun Akademik 2018-2019, di Kampus UIA,  Jatiwaringin,  Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Hadir dalam acara itu,  mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault,  Ketua Yayasan UIA dan juga calon anggota DPD DKI Jakarta Dailami Firdaus serta Rektor UIA Masduki Ahmad dan Wakil Rektor UIA Syifa Fauziah.

Dalam kuliah umumnya,  Fadli mengingatkan mahasiswa agar menjadi agen perubahan terhadap perjalanan bangsa ini.  Sebab dalam sejarahnya,  kaum terpelajar,  atau mahasiswa memiliki peran penting atas perubahan bangsa ini.

“Mahasiswa tugasnya tidak hanya belajar saja,  tapi juga harus aktif dalam kegiatan mahasiswa,  termasuk aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat,” tegas Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa kita adalah  negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia,  dan kita juga adalah negara dengan demokrasi terbesar ketiga di dunia.

“Sebagai mahasiswa harus bersyukur karena ada saudara kita yang tidak bisa belajar di perguruan tinggi. Banyak di antara saudara kita yang hanya bisa bersekolah sampai SMA, SMP dan tidak sedikit hanya sampai sekolah dasar,” kata Fadli.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, demokrasi bisa berjalan bersama, demokrasi dan Islam nyambung, ‘ Fadli menambahkan.

Dalam kesempatan itu,  Fadli mengutip pemikiran tokoh Proklamator Indonesia Mohammad Hatta tentang hidup bahagia. Dikatakannya, mereka yang dikatakan bahagia adalah cukup pangan,  sandang,  dan papan. Dalam kecukupan pangan ini,  rakyat harus bisa makan sehari tiga kali.

“Namun ironisnya, kita sebagai negara agraris tapi kita masih impor dalam memenuhi beras di dalam negeri, kita masih impor gula. Itu  terjadi  karena ada perburuan rente,”  ucap Fadli.

Kebahagian hidup, menurut Fadli, masih mengutip pemikiran Bung Hatta, adanya jaminan kesehatan,  adanya kemerdekaan dan perdamaian hidup. (johara/mb)

 

Terbaru

Hillary Brigita Lasut. (ist)
Sabtu, 14/12/2019 — 9:04 WIB
Politisi NasDem Hillary Anggota Termuda DPR
Sabtu, 14/12/2019 — 8:49 WIB
Menuju Desa Sejahtera
Panen sawi pakcoy yang dihasilkam warga RW 04 Ciracas. (ifand)
Sabtu, 14/12/2019 — 8:46 WIB
Lurah dan Warga RW 04 Ciracas Panen Sawi Pakcoy
sampah
Sabtu, 14/12/2019 — 8:23 WIB
Sampah, Harus Disingkirkan?