Wednesday, 16 October 2019

Ini Kendala yang Dihadapi Dalam Penanganan Gempa dan Tsunami di Donggala dan Palu

Minggu, 30 September 2018 — 16:08 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho .(ikbal)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho .(ikbal)

JAKARTA – Penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di empat kabupaten/kota di Sulawesi Tengah terkendala beberapa persoalan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kendala yang dihadapi tim SAR diantaranya adalah ketersediaan listrik, akses komunikasi dan ketersediaan alat berat.

“Operasi Tim SAR tidak mudah. Banyak kendala,  yang pertama karena listrik padam, komunikasi juga masih sangat terbatas dan alat berat masih terbatas,” ujarnya di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).

Sutopo menjelaskan penanganan bencana masih membutuhkan alat-alat berat untuk mengangkat puing-puning bangunan dalam evakuasi korban. Alat berat saat ini, imbuhnya belum mencukupi kebutuhan di lokasi bencana. Sutopo menyebut keterbatasan alat berat disebabkan akses jalan rusak sehingga bantuan alat berat terganggu.

“Kita kerahkan alat-alat berat yang ada di Kota Palu tetapi jumlahnya tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah bangunan yang roboh juga daerah-daerah yang terlanda oleh tsunami ditambah dengan kondisi jalan yang rusak sehingga mengirimkan alat berat dari luar Palu menuju ke kota Palu juga mengalami kendala dan daerah yang terdampak memang luas,” terangnya.

Lebih lanjut, Sutopo menerangkan Gubernur Sulawesi Tengah telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 28 September hingga 11 Oktober 2018. Penetapan status tersebut, katanya,  dapat mempermudah koordinasi dan penanganan korban bencana.

“Dengan ditetapkan tanggap darurat maka pemerintah daerah dan pemerintah nasional (pusat) memiliki kemudahan akses, kemudahan akses di dalam pengerahan personil pengerahan logistik peralatan termasuk penggunaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan,” tandas Sutopo. (ikbal/tri)