Sunday, 17 November 2019

Raih Medali Emas Pertama Asian Para Games 2018, Dheva Ingin Berangkatkan Orang Tua Umroh

Minggu, 7 Oktober 2018 — 23:14 WIB
Atlet bulutangkis peraih medali emas Asian Para Games 2018, Dheva Anrimusthi. (cw2)

Atlet bulutangkis peraih medali emas Asian Para Games 2018, Dheva Anrimusthi. (cw2)

JAKARTA – Atlet bulutangkis Dheva Anrimusthi berhasil membawa tim beregu putera meraih medali emas pertama pada Asian Para Games 2018. Bersama lima rekannya, Dheva akan mendapatkan bonus Rp1,5 miliar atas keberhasilannya tersebut.

Sebagaimana diketahui, tiap atlet yang berhasil meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu, akan mendapatkan bonus dari pemerintah. Dheva pun ingin memanfaatkan bonusnya ini untuk berbakti kepada orang tuanya.

“Syukur Alhamdulillah bisa menang,  bantu (bonusnya) ingin saya gunakan untuk memberangkatkan kedua orang tua saya untuk umroh,” ujar Dheva di area Istora Senayan, GBK Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Sementara itu ia mengungkapkan, pada saat pertandingan final melawan kontingen Malaysia Mohammad Faris, ia sempat merasa tegang. Sehingga saat bermain pun ia beberapa kali membuat kesalahan.

“Karena tegang sih ada, soalnya kan saya pengin bener-bener ngasih yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

Meski terhitung masih baru terjun sebagai atlet nasional, namun Dheva mengaku bahwa sejak awal memang sudah berniat untuk terjun menjadi atlet. Bahkan jauh sebelum dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan tangan kanannya tidak sempurna.

(BacaTim Bulutangkis Paralympic Putra Sumbang Emas Pertama di Asian Para Games 2018)

Ia menjelaskan, sejak 2011 lalu memang sudah berlatih untuk menjadi atlet bulutangkis. Namun naas, sebuah kecelakaan motor pada 2013 menyebabkan gangguan pada tangan kanannya. Ia pun sempat vakum selama 3 tahun sebelum akhirnya memilih untuk menjadi atlet paralimpiade.

Sebelumnya sudah badminton, dulu di Candra Wijaya Serpong dan pindah ke SGS PLN. Abis itu berhenti, ada panggilan buat Peparnas. Saya juara dan 2017 mau nyoba buat di Asian Para Games dan spesifikasinya masuk Alhamdulillah. Jadi perjalanannya dari situ sampai sekarang,” terang Dheva.

Ia mengungkapkan bahwa pascakecelakaan tersebut orangtuanya sempat merasa khawatir dengan dirinya. Bahkan sempat tidak setuju jika anak pertama dari empat bersaudara ini terjun menjadi atlet paralimpiade. Namun karena tekadnya yang kuat dan tidak ingin membuat orangtuanya terus merasa khawatir, akhirnya Dheva memutuskan untuk menjadi atlet paralimpiade bulutangkis.

Cita-citanya yang ingin menjadi sang juara dalam tiap pertandingan bulutangkis yang akhirnya berhasil mendorong Dheva untuk bangkit dan menjadi atlet paralimpiade seperti sekarang.

“Memang dari kecil saya pengin jadi juara ya, bagaimana pun caranya. Cuma ya sudah lah mungkin jalan saya di sini, jadi saya tinggal ngasih yang terbaik untuk orang tua, buat Indonesia juga,” pungkasnya.

Perlahan namun pasti, Dheva sudah berhasil membanggakan kedua orangtuanya dengan turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada nomor tim beregu putra di cabor para bulutangkis. (cw2/ys)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama