Friday, 18 October 2019

Asep Dibunuh, Beredar Hoaks Membuat Warga Rumpin Ketakutan

Selasa, 9 Oktober 2018 — 23:35 WIB
Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika

BOGOR – Pasca-temuan jasad Asep 27, warga Kampung Panoongan, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor beberapa hari lalu, muncul info aksi balasan.

Jasad Asep ditemukan di pinggir jalan Rancabungur – Putatnutug. Kini beredar informasi dari mulut ke mulut, warga dua kampung sekitar TKP yaitu Kampung Parung Lengsir dan Kampung Karihkil Desa Karihkil Kecamatan Ciseeng merasa terancam. Ini akibat ada isu penyerangan ke wilayah mereka oleh warga Rumpin.

Akibatnya ratusan ibu – ibu dari dua kampung itu mendatangi Kantor Desa Karihkil meminta perlindungan keselamatan malam hari.

“Kami sudah dua hari ini tidur gak nyenyak dan was-was karena ada kabar kampung kami akan diserang. Kami meminta pihak desa dan kepolisian dapat melindungi.” kata seorang ibu bernama Via 47, warga Kampung Parung Leungsir kepada wartawan.

Hal senada diungkapkan Dewi 42, yang mengaku terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, karena setiap malam suaminya harus ikut ronda menjaga kampung.

Kepala Desa Karihkil, Ahmad Dasuki mengantakan pihaknya bersama polisi berjanji akan melindungi segenap warga masyarakat bilamana memang terjadi penyerangan.

“Tentu kami akan menghadang agar tidak ada penyerangan. Saya harap warga masyarakat Desa Karihkil tidak usah panik. Kasus perkara pembunuhan yang terjadi sudah ditangani pihak kepolisian,”kata Dasuki.

Kapolsek Rancabungur, Iptu Suparno kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tewasnya Asep.

“Untuk pelaku saat ini sudah diketahui dan masih dikejar. Kami meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan tidak terprovokasi isu – isu tidak benar apalagi yang memprovokasi. Kami akan lakukan patroli tiap malam dibantu Polsek Parung, dan akan berjaga bersama warga di tiap gang,”ujarnya.

Terpisah, Fatimah 50, ibu korban mengatakan, meski terpukul perasaannya karena kehilangan anak laki – laki kesayangannya, namun keluarga sudah mengikhlaskan.

“Anak saya itu baik, penurut, rajin ibadah dan tidak macam-macam. Saya minta pelakunya segera ditangkap dan dihukum,” pintanya.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, beredar kabar penyerangan yang terjadi di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, akibat kasus pembunuhan salah seorang warga, itu kabar bohong alias hoaks.

“Nggak ada itu (penyerangan). Hoaks. Isunya beredar dari kemarin,” ujar AKBP Dicky.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini memastikan, betul ada kasus pembunuhan tersebut dan pelaku sudah ditangkap.
Penyidik masih menyelidiki pembunuhan tersebut.

“Ada yang dibunuh. Pelakunya sudah ditangkap. Motifnya masih diselidiki,” kata AKBP Dicky.

Kapolres sekali lagi menegaskan, pesan yang beredar warga Rumpin hendak membalas dengan serangan adalah hoax.

“Waspada dan berhati-hati itu buntut dari kejadian yang mayat ditemukan di kharikhil…ga taunya itu mayat warga rumpin…dan warga rumpin ga terima…nyawa harus dibayar dengan nyawa. Infonya desa 7 desa dari rumpin mau ada pemyerangan. “Ibu dan anak” lagi diungsikan. Dan pihak kepolisan sudah berjaga jaga fu kantor desa kharikhil,” demikian cuplikan isi pesan yang beredar.

“Ini cuplikan berita berantai yang tidak benar,”katanya. (yopi/b)