Saturday, 07 December 2019

Bermodal Foto Bersama Kapolri, Sopir Ini Tipu Cewek Pengusaha

Selasa, 9 Oktober 2018 — 17:48 WIB
asisten kapolri2

JAKARTA – Bermodal foto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sopir pribadi peloroti pengusaha IT hingga Rp 1 miliar. Kepada korban, tersangka Rahmat mengaku sebagai asisten pribadi Kapolri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan selain mengaku sebagai Sespri Kapolri, tersangka Rahmat juga mengaku kenal petinggi Polri hingga Badan Intelejen Negara (BIN). Saat beraksi, pelaku dibantu tiga rekannya yakni Heri, Ali, dan Vera yang kini masih buron.

Korban kata Argo adalah wanita pengusaha bidang IT yang ingin ikut tender IT di Kepolisian usai melihat e-Katalog. Rekan korban, Heri mengaku kenal dengan orang yang dekat dengan petinggi kepolisian dan bisa membantunya yakni tersangka Rahmat.

Pada pertengahan 2017 korban dikenalkan kepada Rahmat yang disebut sebagai sespri Kapolri di kawasan Depok, Jawa Barat. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan foto saat bersama Kapolri ketika menghadiri acara pelaksanaan fit and proper test kunjungan DPR ke rumah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

asisten kapolri1

“Pelaku juga meminta korban mengecek di internet dengan mengetik Sespri Kapolri dan keluar gambar pelaku ini bersama bapak Kapolri,” kata Argo di kantornya, Selasa (9/10/2018).

Namun foto tersebut ternyata diambil secara diam-diam oleh pelaku. Argo mengatakan, tersangka saat itu bekerja sebagai sopir pribadi salah satu tamu yang menghadiri acara bersama Kapolri.

Setelah korban percaya, pelaku minta uang Rp 1 miliar untuk meng-gol-kan tender yang akan diikuti. Korban sepakat dan menyerahkan uang secara bertahap sebanyak tiga kali transfer. Namun, hingga akhir 2017 janji pelaku tidak kunjung dipenuhi.

Sadar menjadi korban penipuan, korban melaporkan ke Polda Metro Jaya dan langsung ditindaklanjuti. Pada pertengahan Agustus 2018 pelaku dapat dibekuk tanpa perlawanan.

asisten kapolri2 asisten kapolri3

“Uang hasil penipuan telah habis dan dibagi-bagi. Tersangka RH mendapat Rp 550 juta, pelaku Heri mendapat Rp 150 juta sedangkan dua pelaku Ali dan Vera masing-masing Rp 150 juta,” ujar Argo.

Atas ulah pelaku yang mencatut nama Kapolri, lanjut Argo, polisi merasa dirugikan. Dia mengatakan, proyek di kepolisian sudah menggunakan e-katalog dan transparan. Pelaku juga pernah menipu dengan modus yang sama di wilayah Jogja, Jawa Tengah.

“Dia mempunyai foto, gambar polisi berpangkat AKP dan dia juga menipu bisa mendapatkan proyek juga di Polda Makassar. Dia sempat ke Makassar juga ini. Korbannya kena Rp 300 juta,” tandas Argo.

Rahmat mengaku telah menghabiskan uang hasil penipuan untuk keperluan hidup termasuk membeli perabotan rumah tangga hingga membeli kavling tanah seluas 300 meter persegi di Palembang.

“Uang sudah habis Pak, buat keperluan sehari-hari. Beli tanah dua kavling tapi sudah dijual lagi sama perabotan aja pak,” kata Rahmat.

Pelaku juga mengaku menyesal dan meminta maaf kepada kepolisian khususnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang telah dia catut namanya. Sejumlah barang bukti telah disita polisi. Pelaku diancam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP atas tindak pidana penipuan dan penggelapan. (Yendhi/b)