Sunday, 17 November 2019

Didampingi Puteri dan Pengacaranya, Amien Rais Penuhi Panggilan Penyidik

Rabu, 10 Oktober 2018 — 11:12 WIB
Amien Rais. (yendhi)

Amien Rais. (yendhi)

JAKARTA – Mantan Ketua MPR-RI, Amien Rais memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau Hoax tersangka Ratna Sarumpaet.

Mengenakan jas crem motif kotak-kotak dan peci hitam, Amien datang pada pukul 10.15 didampingi pengacara dan putrinya, Tasniem Rais.

Kedatangan Amien sontak  membuat heboh lingkungan Polda Metro Jaya karena langsung dikerubuti awak media. Berbeda dengan pemeriksaan biasanya, kali ini Amien dilewatkan gedung Main Hall Polda Metro Jaya tidak melalui pintu Gedung Ditreskrimum.

Tidak berselang lama, putera Amien Rais, Hanafi Rais dan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma’arif ikut hadir di Polda Metro Jaya untuk mendampingi mantan Ketua MPR-RI tersebut.

Amien dijadwalkan hadir pukul 10.00 WIB setelah mangkir pada panggilan pertama, Jumat (5/10/2018). Mantan Ketua MPR-RI tersebut akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyebaran informasi bohong atau Hoax tersangka Ratna Sarumpaet yang kini mendekam di Polda Metro Jaya.

Ratna ditangkap petugas imigrasi saat hendak terbang ke Chile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Penangkapan dilakukan setelah Ratna dikenakan pencekalan usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam kasus ini, Polisi juga telah meminta keterangan terhadap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dan dokter Rumah Sakit Bina Estetika. (yendhi/tri)