Wednesday, 16 October 2019

Terkait Kasus Ratna Sarumpaet, Sandi Yakin Nani S Deyang Penuhi Panggilan Polisi

Sabtu, 13 Oktober 2018 — 19:22 WIB
Cawapres Sandiaga Uno.(yendhi)

Cawapres Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA – Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno berharap kepada Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang agar mematuhi hukum dengan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya.

“Buat saya proses hukum tentunya harus kita hormati dan sebagai warga negara yang baik,” kata Sandiaga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (13/10/2018).

Nanik dipanggil polisi sebagai saksi kasus dugaan informasi bohong tersangka Ratna Sarumpaet. Dia dijadwalkan menghadiri pemeriksaan pada Senin (15/10/2018). Sandiaga yakin Nanik hadir dan memberikan keterangan sesuai yang diketahui.

“Ibu Nanik sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan pasti memenuhi permintaan dari pihak kepolisian untuk memberikan keterangan,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan pihaknya akan memanggil Nanik sebagai saksi tersangka Ratna Sarumpaet.

“Untuk agenda Senin, dari penyidik hari ini melayangkan surat panggilan kepada Ibu Nanik. Yang nanti akan diagendakan untuk hari Senin pukul 13.00 WIB,” kata Argo di kantornya, Jumat (12/10).

Ratna ditangkap petugas Imigrasi saat hendak terbang ke Cile dengan rute Jakarta-Istambul-Santiago-Saupaulo melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (4/10/2018) malam. Polisi langsung menggiring Ratna ke Polda Metro Jaya berdasarkan surat penangkapan.

Penangkapan setelah Ratna dicekal usai ditetapkan tersangka karena diduga melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Undang-undang ITE pasal 28 juncto pasal 45 ancamannya 10 tahun.

Pada Jumat (5/10/2018) penyidik resmi melakukan penahanan selama 20 hari terhadap Ratna dengan pertimbangan dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. (Yendhi/b