Thursday, 21 November 2019

Trump Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Tidak Tahu Hilangnya Wartawan Khashoggi

Rabu, 17 Oktober 2018 — 11:01 WIB
Pangeran Mohammaed bin Salman. (reuters)

Pangeran Mohammaed bin Salman. (reuters)

ARAB SAUDI – Putra Mahkota Saudi yang sangat berkuasa, Pangeran Mohammed bin Salman, menyatakan tak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada Jamal Khashoggi, wartawan Saudi yang hilang.

Hal tersebut diungkapkan Presiden AS Donald Trump kepada kantor berita AP. Menurut Trump, kasus ini  mengembangkan opini menyudutkan  Arab Saudi dengan prinsip ‘bersalah sampai terbukti tidak bersalah’—kebalikan dari prinsip praduga tak bersalah dalam hukum, yakni ‘tidak bersalah sampai dinyatakan terbukti bersalah.’

Para pejabat Turki yang tidak bisa disebutkan namanya mengatakan penyelidikan di konsulat Saudi di Istanbul mengungkap lebih banyak bukti bahwa Khashoggi dibunuh.

Masalah ini membuat Arab Saudi mendapat tekanan kuat dari para sekutu dekat, khususnya dari negara-negara demokrasi di Barat.

Khashoggi, seorang jurnalis yang dikenal kritis terhadap rezim di Arab Saudi, terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober. Arab Saudi membantah telah membunuhnya dan pada awalnya mengatakan dia meninggalkan gedung itu tanpa kurang suatu apa.

 Ahli waris tahta Saudi ini memegang kekuasaan yang sangat besar di kerajaan dan banyak pihak menganggap dia bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi pada Khashoggi.

Seperti dilansir BBC, Trump mencuit bahwa Pangeran Mohammed telah berbicara kepadanya di telepon dan dia “mengatakan tak tahu menahu sama sekali tentang apa yang terjadi di Konsulat mereka di Turki”.

Menurut Presiden Trump, Pangeran Mohammed “mengatakan kepada saya bahwa dia sudah mulai melancarkan penyelidikan penuh dan menyeluruh untuk masalah ini, dan akan secepatnya diperluas. Jawaban (mengenai kasus Khashoggi) akan segera diketahui”.(tri)