Friday, 18 October 2019

Menpora Tantang Datangkan Cabor Event Internasional ke Indonesia

Kamis, 18 Oktober 2018 — 6:30 WIB
Pesilat putri Wewey Wita berpose dengan Menpora, Imam Nahrawi. (ist)

Pesilat putri Wewey Wita berpose dengan Menpora, Imam Nahrawi. (ist)

JAKARTA – Pasca-Asian Games dan Asian Para Games 2018, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi berharap induk-induk cabang olahraga (cabor) bisa mendatangkan single event bertaraf internasional ke Indonesia. Hal itu diungkapkan Imam demi memanfaatkan warisan yang ditinggalkan dua gelaran multievent terbesar se-Asia di Indonesia, belum lama ini.

Seperti diketahui, selain prestasi dan sumber daya manusia, Asian Games dan Asian Para Games 2018 telah mewariskan sejumlah venue-venue olahraga baru bertaraf internasional. Hal itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh setiap cabor untuk mendatangkan ajang bertaraf internasional ke Indonesia.

“Cabor harus mendorong federasi internasional membawa single event ke tanah air. Sehingga sumber daya manusia yang sebelumnya sudah dibentuk, bisa termanfaatkan ulang. Termasuk atlet, semakin sering ikut single event internasional akan lebih banyak lagi manfaatnya,” kata Imam, Rabu (17/10/2018).

TINGKATKAN PRESTASI

Menurutnya, semakin banyak event internasional yang digelar di Indonesia, tidak hanya akan menambah pengalaman para atlet dalam meningkatkan prestasi, tapi juga memberi kepercayaan lebih dari pihak swasta untuk memberikan dukungan kepada cabor tersebut.

“Sebelumnya dukungan dari pihak swasta sudah terbangun sejak Panitia Asian Games 2018 (Inasgoc) menunjukkan kinerja yang baik selama penyelenggaraan Asian Games 2018. Sekarang saya berharap setiap cabor bisa melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Selama ini, dukungan dari pemerintah dan pihak swasta telah ditunjukkan selama penyelenggaran Asian Games dan Asian Para Games 2018 dengan membangun venue-venue olahraga bertaraf internasional. Salah satunya, velodrom dan equestrian di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur serta Sport Centre di kawasan Jakabaring, Palembang. Selain itu, pemerintah melalui Menpora bahkan sudah memberikan anggaran selama 12 bulan sejak awal 2018 kepada setiap cabor untuk menggelar Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) demi untuk persiapan SEA Games 2019 hingga Olimpiade 2020.. (junius/b)