Friday, 22 November 2019

Panggil Sjamsul Nursalim, KPK Koordinasi dengan Otoritas Singapura

Senin, 22 Oktober 2018 — 13:35 WIB
Juru bicara KPK Febrydiansyah.(dok)

Juru bicara KPK Febrydiansyah.(dok)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil bos PT Gajah Tunggal Tbk, Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim terkait kasus pemberian surat keterangan lunas atas pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat sudah dikirim ke kediaman dan kantor mereka di Singapura. Mengingat, mereka menetap di Singapura sejak beberapa tahun lalu. Pemeriksaan mereka berdua pun dijadwalkan hari ini dan esok, Selasa (23/10/2018).

“Untuk surat kantor di Indonesia, disampaikan ke kantor Gadjah Tunggal di Hayam Wuruk,” ucap Febri, Senin (22/10/2018).

Febri melanjutkan, KPK juga berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk mengantarkan surat tersebut. Febri pun berharap Sjamsul dan Itjih dapat hadir dalam pemanggilan kedua ini. Pekan lalu, mereka sempat dipanggil oleh KPK, namun mangkir.

“Permintaan keterangan ini sekaligus memberi ruang bagi yang bersangkutan untuk menyempaikan klarifikasi atau sejenisnya,” tandasnya.

Terkait kasus ini, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung telah divonis bersalah.

Syafruddin didakwa merugikan negara hingga Rp4,58 triliun bersama-sama dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sjamsul, dan Itjih. Pasangan suami istri itu diduga diuntungkan dalam penerbitan SKL BLBI kepada BDNI. (cw6/tri)